Wishnutama Akan Siapkan Strategi Untuk Tingkatkan Daya Beli dan Lama Tinggal Wisman

0
20191217_112423

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio akan membuat strategi untuk meningkatkan avarage spending arrival dan lama tinggal para wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia. Strategi itu, antara lain mengembangkan kulitas produk pariwisata atau destinasi wisata serta produk kreatif, termasuk pelayanan kepada wisatawan.

“Seperti kita ketahui, ada 5 super prioritas destinasi wisata yang sedang digenjot pembangunan infrastrukturnya, tetapi itu saja tidak cukup, kita harus membangun ekosistim di atasnya, kita harus membangun berbagai macam potensi yang ada dan saya bersyukur ekonomi kreatif dapat mendukung terlaksananya rencana tersebut,” kata Wishnutama saat menjadi kynote speaker pada acara Indonesia Tourism Summit 2019 yang diselenggarakan ITTA Foundation di Anex Building, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).

Selain itu, strategi lainnya adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata, serta membuat pusat kreatif di destinasi wisata.

“Sebagai awal kita akan memulai di Labuan Bajo. Kreatif Center ini tugas dan funfsinya, selain pelatihan industri kreatif, vokasi, inkubasi sampai nantinya ke akses permodalan sehingga kunjungan wisatawan itu bisa berdampak positif terhadap masyarakat di sekitar tujuan wisata,” ujar pakar media ini.

Tak berhenti sampai disitu, Kemenparekraf juga akan menggandeng masyarakat sekitar untuk turut membantu mengembangkan pariwisata di daerahnya. “Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air, pengelolaan limbah, pengelolaan energi dan lain-lain, ini juga akan kita lakukan ke depan,” ujar Wishnutama.

Dalam kesempatan ini, Wishnutama juga mengajak para pemangku kepentingan di pariwisata menyiapkan strategi untuk menguatkan potensi pariwisata tanah air. Untuk starteginya, Wishnutama menyerahkan kepada para pemangku kepentingan karena telah berpengalaman menangani pariwisata.

“Jadi kita tau betul apa yang harus dilakukan oleh para stakeholders, sehingga ini bisa menjadi panduan untuk melakukan investasi, untuk melakukan strategi, untuk melakukan berbagai macam hal terkait kepariwisataan,” ungkap Wishnutama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *