DestinationEco TourismHeadline NewsTourism

WWF Indonesia Luncurkan Kampanye #SayNo2Plastic

WWF bersama para mitra bergabung dalam menyoroti masalah polusi plastik di lautan yang terus meningkat dengan meluncurkan kampanye #SayNo2Plastic pada Coral Triangle Day, 9 Juni 2017 mendatang.

Di tahun ke-6 ini, Coral Triangle Day akan menyoroti masalah penting tersebut dengan mengajak individu, organisasi dan perusahaan pada tanggal 9 Juni untuk berkontribusi melalui rangkaian acara yang akan berlangsung di berbagai wilayah. Rangkaian acara tersebut antara lain; pembersihan laut dan pantai, diskusi edukatif, dan kegiatan peningkatan kesadaran lainnya.

Untuk menekankan pesan bahwa aksi sederhana bisa berdampak besar bagi lingkungan dan untuk memacu perubahan perilaku konsumen, WWF bersama mitra mengkampanyekan kontes instagram dengan tagar #SayNo2Plastic hingga acara puncak, Coral Triangle Day pada 9 Juni mendatang.

Kontes ini akan mendorong masyarakat untuk mengurangi limbah plastik dengan cara mengunggah foto-foto kreatif produk berbahan plastik sekali pakai dan perubahan pribadi yang mereka lakukan untuk mengurangi sampah plastik di laut – dengan kesempatan untuk memenangkan hadiah.

Sebagai rumah bagi 76 persen dari seluruh spesies karang, 3000 spesies ikan, dan 6 dari 7 spesies penyu laut dunia, ekosistem kawasan Segitiga Karang dalam keadaan darurat dari ancaman polusi plastik.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science pada tahun 2015, tiga negara dalam kawasan Segitiga Karang masuk dalam sepuluh negara dengan tingkat limbah laut tertinggi (Jambeck, et. al.). Indonesia berada di peringkat ke dua penghasil limbah di lautan dengan 187.2 juta ton, Filipina di peringkat ke tiga dengan 83.4 juta ton, dan Malaysia di peringkat ke delapan dengan 22.9 juta ton.

Plastik yang ada di laut umumnya berasal dari daratan dan sekitar delapan juta ton sampah plastik di buang ke lautan setiap tahunnya di seluruh dunia. Polusi plastik laut mengakibatkan peningkatan masalah lingkungan, ekonomi dan kesehatan. Krisis plastik ini juga akan berdampak pada lebih dari 130 juta orang yang tinggal di kawasan Segitiga Karang, mereka yang sangat bergantung pada kekayaan sumber daya kawasan ini, baik untuk sumber makanan, mata pencarian, dan perlindungan dari badai.

Coral Triangle Day tahun ini akan terus menekankan kesadaran atas pentingnya kawasan laut terkaya di dunia ini, serta mendesak perlindungan kawasan dengan manfaat global dari 6 negara yang tergabung dalam kawasan Segitiga Karang: Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, and Timor-Leste.

Ditujukan untuk pecinta laut dengan beragam latar belakang, Coral Triangle Day diadakan oleh Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) bekerja sama dengan National Coordinating Committees dari enam negara Segitiga Karang, dan mitra kerja CTI-CFF, termasuk WWF.

Kunjungi www.coraltriangleday.org untuk informasi lebih lanjut, dan http://www.coraltriangleday.org/contest/2017 untuk informasi kontes Instagramnya. (Sumber

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button