Yuk, Kenali Penyebab Penuaan Dini dan Cara Pencegahannya
Seiring pertambahan usia, jaringan kolagen dan elastin pada kulit akan melemah. Hal ini membuat elastisitas kulit wajah berkurang sehingga muncul berbagai tanda penuaan dini.
Tanda penuaan dini yang umumnya muncul antara lain, keriput, garis-garis halus, bintik hitam, pori-pori wajah membesar, kerutan di sudut luar mata, kulit terlihat kusam dan terasa kering serta pipi tampak turun atau mengendur
Namun, ada kalanya penuaan dini juga dialami oleh orang yang usianya masih tergolong muda. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang dapat mempercepat munculnya tanda penuaan dini tersebut.
Dokter Ekle’s Klinik dr. Ivan Susanto mengatakan, penuaan dini dapat alami pada usia 25 tahun meskipun belum ada tanda-tanda yang terlihat secara kasat mata. Pada umumnya hormon yang berkurang pada usia 25 tahun merupakan faktor penyebab penuaan dini. Selain itu juga ada pengurangan masa otot yang dirasakan.
“Lalu di umur 35 sampai 45 tahun sudah mulai kelihatan, hormonnya terus berkurang dan setiap tahun ada pengurangan masa otot. Jadi memang sudah mulai kelihatan, salah satunya tentunya yaitu tidak produktif lagi lalu pada kulit juga perubahannya sudah mulai terlihat. Kemudian yang terakhir di atas umur 45 tahun itu semakin jelas terlihat,” kata dr. Ivan saat menjadi nara sumber dalam program EL JOHN Medical Forum yang ditayangkan EL JOHN TV. Program ini dipandu oleh Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani.
EL JOHN Medical Forum adalah salah satu Program EL JOHN TV yang menyiapkan konsep Talkshow berisikan mengenai Kesehatan, baik Kecantikan Kulit, Kesehatan Tubuh, Kesehatan Gigi, dan lain-nya.
Menurut dr. Ivan ada dua faktor penyebab penunaan diri yakni faktor genetic atau kondisi fisik dan lingkungan sekitar.Untuk genetic (keturunan) itu dikarenakan Gen “aging” yang terbawa dalam diri seseorang akan memungkinkan dirinya menjadi tua sebelum waktunya. Sebaliknya, ada juga seseorang yang memiliki faktor keturunan untuk terlihat awet muda.
Kulit merupakan salah satu salah satu penanda fisik yang menonjol ketika tubuh mengalami masalah kesehatan. Ketika tubuh sedang sakit, efeknya akan langsung terlihat pada kulit, misalnya menjadi kusam dan tidak bercahaya. Jika kulit tidak dirawat dengan tepat setelah mengalami sakit, kulit akan menjadi semakin bermasalah dan rusak
“Untuk lingkungan sekitar, misalkan kerusakan akibat sinar matahari, kemudian polusi akibat rokok dan faktor lingkungan lainnya. Untuk dari makanan sih sebenarnya bisa karena toksin yang masuk ke dalam tubuh kita itu akan mempengaruhi, salah satunya mungkin alkohol, makanan cepat saji, makanan-makanan lainnya yang mengandung bahan-bahan yang kurang bagus,” ujar dr. Ivan.
Ivan menjelaskan kesehatan hormon perlu dijaga karena memilih manfaat yang banyak bagi kesehatan tubuh termasuk kulit. Keriput pada kulit disebabkan oleh hormon yang tidak bekerja dengan optimal.
Hormon merupakan zat kimiawi yang berfungsi mengirimkan berbagai pesan ke seluruh tubuh. Hormon menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah sebagai pesan apa yang harus dilakukan masing-masing organ yang dituju.
“Hormon itu regulasinya banyak hampir untuk seluruh tubuh, pasti semuanya akan berkurang, untuk gejala yang terlihat, itu mungkin karena kulit lapisan paling luar, organ yang paling luar itu yang paling kelihatan, mulai kerutan lalu kulitnya semakin kusam. Kalau dari dalam tubuhnya tidak terlalu terlihat tetapi tentunya peningkatan masa lemak ya, padahal kita sudah rajin olahraga ya tetapi ko kayaknya lebih susah dibanding dulu, itu karena metabolism kita sudah sulit,” jelas dr. Ivan.
Selain itu, dr. Ivan juga menyarankan untuk memperbanyak asupan nutrisi agar kulit tetap sehat dan terlindungi. “Dan juga pola nutrisi itu sangat penting, karena nutrisi itu yang akan membangun regulasi di tubuh kita. Jadi ketika kekurangan nutrisi tentunya akan mempengaruhi impact pada intinya sih sebenarnya pola hidup yang sehat dan pola makan yang sehat,” ungkapnya.
Upaya selanjutnya untuk menjaga kesehatan kulit adalah mengatur pola tidur. Tidur yang tidak teratur dengan durasi singkat dapat berpotensi mengalami penuaan dini. Biasakan tidur tidak lebih dari jam 10 malam agar hormon dapat bekerja dengan baik.
“Pola tidur juga merupakan faktor yang sangat penting juga bagi kesehatan kulit secara umum maupun untuk penuaan dini, karena apa, karena pada dasarnya hormone itu kebanyakan dikeluarkannya malam terutama jam 10, jadi jam 10 biasanya sudah mulai reaksi hormone, baik itu hormon progesteron, hormone estrogen, hormon testosterone, kemudian hormon pertumbuhan dan lain-lain itu mulai bereaksi jam 10,” tutur dr. Ivan.