ZCD Baznas Pusat Bantu Itik Rp 1,4 M

0
zcd14

Bantuan sebanyak 10.000 ekor itik (bebek) atau senilai Rp 1.492.540.000 untuk 100 warga @ 100 itik di wilayah Kecamatan Panjatan diberikan Zakat Community Development Badan Amil Zakat Nasional (ZCD Baznas) Pusat yang bekerja sama dengan Baznas DIY dan Baznas Kabupaten Kulonprog. Selain itu ada subsidi pakan selama 2 bulan dan bantuan pembuatan kandang Rp 500 ribu.

Launching ZCD Program Budidaya Itik Petelur dilakukan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda H Jumanto SH didampingi Eka Budhi Sulistyo Kepala Perekonomian Baznas Pusat, H Agus Sunarto Baznas DIY, Ketua Baznas Kulonprogo Drs H Abdul Madjid, serta lainnya, Selasa (14/08/2018), di aula Balai Desa Depok Kecamatan Panjatan. Usai launching dilanjutkan dengan pelatihan terkait itik yang diikuti para penerima bantuan, dengan narasumber dari Baznas Pusat, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, dan praktisi (peternak itik).

Diungkap Eka Budhi Sulistyo dari Baznas Pusat menyatakan, ini bukan bantuan biasa, tetapi bantuan luar biasa. Karena bantuan ini hadir dari para muzaki, orang-orang yang membayar zakat,” katanya yang berharap penerima bantuan bisa merawat itik dengan baik dan bisa bertelur, serta semoga ini bisa menjadi pemula untuk pengembangan perekonomian di Kecamatan Panjatan.

Sementara Ketua Baznas Kulonprogo Drs H Abdul Madjid, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan UU 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Ini merupakan tindak lanjut dari Baznas Pusat terkait dengan Zakat Community Development tentang bantuan pemberdayaan masyarakat untuk memelihara itik petelur di Kecamatan Panjatan. “kegiatan yang masuk dalam program Kulonprogo Makmur ini untuk menciptakan pula branding desa mandiri dan unggul di Kulonprogo, dalam hal ini Kecamatan Panjatan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dusambut baik Asisten I Setda H Jumanto SH. “Ini merupakan pemberdayaan masyarakat melalui bantuan itik ini. Program ZCD memiliki beberapa prinsip yaitu, berbasis komunitas, syariah, Islam, partisipasi, kemanfaatan, kesinambungan dan sinergi. Diharapkan kedepan para penerima manfaat/Mustahik ini dapat sejahtera dan mandiri, sehingga bisa menjadi Muzaki atau pemberi,” kata Jumanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *