24 Perupa ‘Terlahir Kembali’ di Borobudur

0

Total ada sebanyak 24 perupa dari sejumlah kota menggelar pameran bersama bertajuk “Reborn” di Galeri Pondok Tingal kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 23 April – 23 Mei 2016.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Edi Susanto, di Borobudur, Sabtu (23/4) malam, dan dimeriahkan dengan pentas tarian kontemporer desa Buto Ijo oleh seniman petani Sanggar Saujana Keron Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Selain itu, pentas performa gerak Sanganyar Katon oleh penari Etta Ayodya (Yogyakarta) berkolaborasi dengan perupa Gabungan Seniman Borobudur (Gasebo) yang juga Ketua panitia pameran Cipto Purnomo.

Sekitar 27 karya lukis dan dua karya patung dipamerkan oleh para perupa, antara lain seniman kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Rembang.

“Ini reborn sebagai simbol kelahiran kembali dalam tataran spirit, semangat atau jiwa pada diri kita masing-masing perupa sebagai bagian dari proses penciptaan karya,” kata Cipto yang juga memajang karya lukisnya pada 2016 berjudul The Brave.

Meskipun berbagai persoalan dihadapi para perupa, baik secara personal maupun kelompok, katanya lagi, spirit berkarya seyogianya tidak padam karena bagi seniman ihwal terpenting adalah konsistensi dalam berkarya.

“Meskipun fluktuatif, letupan-letupan kecil harus selalu kita munculkan supaya spirit kita terus terjaga,” tambahnya lagi.

Ia mengharapkan adanya intensitas dalam wujud semacam pameran yang dapat menelurkan ide-ide hebat atau salah satu referensi yang kemudian menghasilkan karya-karya hebat, dan pada akhirnya para seniman dapat menjadi penanda zamannya, tak ubahnya mahakarya Candi Borobudur sebagai bukti para seniman terdahulu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengapresiasi pameran dengan berbagai karya para seniman yang patut dinikmati itu.

“Konsep pameran digarap secara unik, ada sesuatu yang kemarin harus diperbaiki untuk lahir kembali. Kita diberi keselamatan untuk menikmati hidup dan kesempatan memperbaiki yang kurang pada masa lalu,” katanya menjelaskan.

Sebanyak dua karya patung yang dipamerkan dalam kesempatan tersebut, masing-masing berjudul Kunci (karya dari Septian Puji Andriyanto) dan Sensualitas (karya Bogel Asmuliawan), sedangkan beberapa karya lukis antara lain berjudul Terlupakan (karya dari Iwan Roses), dan Relief (karya dari Arif Safari).

Selain itu, karya berjudul Tumbuh dan Bergerak (karya dari Agus “Merapi” Suyitno), The Meditation (karya dari I Made Arya Dwita Dedok), Rumah Putih (karya dari Mulyo Gunarso) serta Model dan Pelukisnya (karya dari Yogi Setyawan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *