47.012 Jemaah Sudah Pulang, Menhaj Siapkan Pembenahan Haji Tahun Depan
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf memberikan keterangan pers (Foto: Humas Kemenhaj)
El John News, Jakarta-Sebanyak 47.012 jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam 120 kelompok terbang (kloter) telah tiba kembali di Tanah Air. Meski rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah telah berakhir, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan pelayanan kepada jemaah masih terus berlangsung hingga seluruh peserta haji kembali ke Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf mengatakan saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan proses pemulangan jemaah berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar hingga kloter terakhir tiba di Tanah Air. Pernyataan tersebut disampaikan usai kembali dari Arab Saudi bersama sebagian Tim Amirul Hajj yang bertugas melakukan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan. Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan,” ujar Menhaj di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (8/6).
Menhaj menjelaskan proses pemulangan jemaah melalui Bandara Jeddah masih akan berlangsung hingga 15 Juni 2026. Sementara jemaah gelombang kedua saat ini mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum dipulangkan ke Indonesia mulai 16 Juni mendatang. Adapun kedatangan kloter terakhir dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026.
Menurutnya, berakhirnya puncak pelaksanaan haji bukan berarti tugas pelayanan selesai. Seluruh petugas haji tetap menjalankan tugasnya guna memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan nyaman.
“Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jemaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia. Fokus kami sekarang adalah memastikan proses pemulangan berlangsung aman, nyaman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Selain fokus pada pemulangan jemaah, Kementerian Haji dan Umrah juga mulai menyiapkan berbagai langkah perbaikan untuk penyelenggaraan haji tahun depan. Evaluasi dilakukan berdasarkan masukan dari Tim Amirul Hajj yang menyoroti sejumlah aspek layanan, mulai dari pelayanan di Mina, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia petugas haji.
Layanan di Mina menjadi salah satu perhatian utama karena kawasan tersebut menjadi titik paling padat selama puncak ibadah haji. Selain itu, peningkatan ketepatan waktu transportasi, penyediaan hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, serta penyempurnaan layanan konsumsi juga masuk dalam agenda pembenahan.
Tim Amirul Hajj turut merekomendasikan peningkatan kualitas dan standarisasi pelatihan petugas haji. Evaluasi menunjukkan petugas yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara menyeluruh memiliki kemampuan pelayanan yang lebih baik dibandingkan petugas yang tidak mendapatkan pembekalan serupa.
Di sektor kesehatan, pemerintah akan memperkuat aspek istithaah kesehatan, penanganan jemaah sakit, dan ketersediaan tenaga medis guna memastikan jemaah yang berangkat benar-benar siap secara fisik untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
“Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istithaah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman,” ujarnya.
Selain itu, pembenahan juga akan dilakukan pada fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik, penyempurnaan jadwal operasional haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih transparan dan akuntabel.
Menhaj mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik bagi jemaah pada masa mendatang.
“Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah,” pungkasnya.
