Genjot Penggunaan Teknologi Digital Untuk Pariwisata, Kemenpar Gelar Rakornas I Tahun 2019

0
IMG-20190228-WA0013

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pariwisata I tahun 2019 hari ini, Kamis (28/2/2019) resmi dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Hotel Sultan, Jakarta. Pembukaan ditandai dengan mengucapkan salam Pesona Indonesia yang dipandu Menpar dan Wonderful Digital Indonesia (WIDI) kepada ribuan tamu undangan.

Tamu undangan yang hadir, diantaranya terdiri dari seluruh Kepala Dinas Pariwisata maupun perwakilannya, Asosiasi Kepariwisataan, pemimpin perusahaan digital, para pimpinan Sekolah Tinggi Pariwisata, komunitas pariwisata dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya.

Tak ketinggalan,  sejumlah Putri binaan Yayasan EL JOHN Indonesia juga ikut hadir di rakornas ini, termasuk Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto.

Rakornas   yang berlangsung dua hari  ini ini (28 Februari-1 Maret 2019), mengangkat tema ‘Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0: Transforming Tourism HR to Win Tha Global Competition in The Industry 4.0 Era.

Menpar Arief Yahya mengakui, bahwa teknologi digital memiliki peran penting dalam membantu Pemerintah dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta wisman untuk tahun ini. Penyebaran teknologi digital yang masif terjadi saat ini  bukan untuk dihindari justru harus menjadi bagian dari perkembangan tersebut agar siap menghadapi era pasar digital.

“Suka atau  tidak suka, sudah menjadi perubahan prilaku pasar. Semua telah bergeser ke arah digital dan saat ini industri dunia telah bergeser  ke arah industri digital era 4.0,” kata Menpar saat menjadi pembicara kunci dalam rakornas ini.

Menpar menjelaskan, perubahaan perilaku konsumen yang mempengaruhi pasar tersebut digerakan oleh kaum milenial dan hal ini sejalan dengan semangat Presiden Joko widodo (Jokowi) yang menyebutkan bahwa kaum milenial adalah masa depan Indonesia. Milenial cenderung selalu berperilaku dengan basis digital, mobile, interaktif yang kini jumlahnya mencapai 50% dari jumlah wisman inbound ke Indonesia. Maka siapapun yang menguasai komunitas anak muda, dialah yang berpotensi memenangkan pasar masa depan atau “winning the future market.”

“Dalam industri pariwisata perubahan customer behavior itu terlihat ketika search and share 70% sudah melalui digital. Industri travel agent sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata. Semua sudah berubah dengan digital,” ujar Menpar.

Singkatnya menurut Menpar, revolusi Industri Keempat bakal mengubah dan mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar karena terwujudnya cost value (“more for less”) , experience value (“personalized”), dan platform value (“resources sharing”) yang bakal dinikmati para travellers. Karena itu kita harus mampu menjadikan teknologi 4.0 sebagai sumber competitive advantages baru di pasar global.

Sejumlah diskusi panel juga digelar dalam rakornas ini, dengan menampilkan pembicara antara lain sebagai pembicara Head of ICT Center of Education Kemendikbud Gogot Suharwoto; Sekjen Kementerian Desa PTT Anwar Sanusi; dan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo. Para pembicara menyampaikan paparan seputar stratagi memenangkan persaingan di era indusri 4.0.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan berbagai pihak dalam rangka penguatan penetrasi pasar pariwisata Indonesia lewat digital, serta launching ‘Program One GM One SMK’ oleh Menpar Arief Yahya.

“One GM One SMK” merupakan implementasi dari program 3 C yaitu curriculum, certification, dan centre of execellence, dan implementasi SMK Revitalisasi sesuai dengan INPRES Nomor 9 Tahun 2016 untuk meningkat standar sesuai dengan kebutuhan industri dengan menambah SDM Guru berasal dari industri dan praktisi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *