Ribuan Umat Budha Jalani Prosesi Waisak di Candi Borobudur

0
d56ed784a6d5898ccc3e7cb33426c5f0

Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti perayaan Waisak 2563 BE/2019 di pelataran Candi Borobudur. Perayaan Waisak dimulai sekitar pukul 04.11 WIB, diawali pemukulan gong tiga detik-detik jelang Waisak.

Setelah itu dilakukan pemercikan air berkah serta membacakan Paritta Jayanto dan umat bersikap anjali.

Poresesi Waisak dilanjutkan dengan meditasi yang dipandu oleh Biksu Wongsin Labhiko Mahathera. Umat Budha tampak khusyuk menjalani meditasi ini, suasana pun terasa hening. Pemukulan gong satu kali menandai meditasi berakhir.

Rangkaian detik-detik Waisak 2563 BE/2019 ditutup dengan pradaksina mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali yang diikuti oleh para biksu dan seluruh umat Buddha.

Dalam renungan Waisak, Biksu Tadisa Paramita Mahasthavira menyampaikan banyak umat manusia hanya tertarik dan tertuju pada dimensi di luar dirinya dan juga memuja keluar tidak memahami hati, tidak bisa introspeksi, tidak bisa koreksi diri, dan tidak pahami hati.

“Bagaimana dia bisa melatih diri, kalau tidak menampakkan kesejatian diri dan bagaimana dia bisa terbebas dari siklus tumimbal lahir,” katanya Minggu (19/5/2019).

Umumnya umat awam karena tidak paham hati dan tidak menampakkan kesejatian diri sehingga banyak manusia hatinya telantar, gelap, kotor, sakit dan merajalelanya panca skanda.

“Akibatnya hati kita menjadi bingung, berlaku buruk, kebiasaan buruk, karakter buruk, dan nasib pun jadi buruk. Imbasnya interaksi hubungan dengan keluarga dan masyarakat jadi buruk, karena hati tidak dikendalikan maka hati mudah tergoda, terjerat dan terbius oleh kondisi di luar,” katanya.

Menurutnya, bila hatinya gelap maka penalaran dan logikanya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal itu memudahkannya untuk terpancing, diseret dan dibius oleh ajaran-ajaran radikal atau ilmu-ilmu jahat akibatnya mereka menjadi kacau, bingung, linglung lalu gelap mata melakukan aksi kejahatan dan mencelakakan banyak orang. (Sumber Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *