Kepala Beppenas: MRT Dapat Menggerakan Roda Perekonomian
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) bisa mengerakan roda perekonomian untuk berbagai sektor. Menurut Mantan Menteri Keuangan itu hal ini penting karena keberadaan MRT dapat mendorong pengembangan dan aktivitas ekonomi di Jakarta, seperti stasiun MRT dapat dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. Hal tersbeut disampaikan Bambang saat meninjau pembangunan MRT yang berada di Stasiun 13 yang berada di kawasan Bunderan HI Jalan Sudirman, Selasa, 21 Maret 2017.
Untuk itu, Bambang ingin mencontoh pengembangan MRT di Jakarta mirip seperti di Hong Kong, yang merupakan best practice pengelolaan MRT. Pengelolaan dan pengembangan MRT di Hong Kong bisa dibiayai oleh kegiatan MRT sendiri dengan cara menggandeng pemilik properti di seputar rel melalui konsep transit oriented development (TOD).
Setiap stasiun MRT di Hong Kong, tidak hanya mengakomodasi pusat perbelanjaan, juga dibangun properti seperti perumahan, baik perumahan kelas menengah, kelas atas, maupun low cost housing yang bisa mendatangkan pemasukan. Dari pemasukan tersebut, MRT Hong Kong membiayai kegiatan operasionalnya sendiri.
“Bahkan laporan akhir yang saya dengar, mereka mendapatkan untung dan levelnya sudah triliunan rupiah. Tapi yang paling penting, di fase I ini kita sudah mulai punya konsep TOD untuk MRT Jakarta,” tutur Bambang.
Bambang menjelaskan, pembangunan MRT fase II, Utara-Selatan, akan melanjutkan pinjaman dari pemerintah Jepang dengan skema persis seperti fase I. Sementara untuk Fase Barat-Timur, merupakan tahap pengembangan berikutnya. Saat ini pemerintah masih akan melihat berbagai opsi pendanaan dan teknologi yang terbaik.
“Jadi, kita ingin mengawinkan pendanaan dan teknologi terbaik, baik dari aspek kualitas MRT-nya, maupun juga dari segi pendanaannya,” ujarnya.
