Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas Jelang Puasa, Mendag Gelar Pertemuan Dengan Kadisperindag
Meski masih kurang lebih dua bulan lagi, namun pemerintah sudah mempersiapkan langkah untuk mengatasi lonjakan harga di Bulan Puasa. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengundang beberapa Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan se-Indonesia di kantor Kementerian Perdagangan, hari ini, 22 Maret 2017. Undangan tersebut untuk membahas persiapan ketersediaan bahan pokok pangan selama bulan puasa.
Mendag mengingatkan kepada para Kadisperindag untuk mengawal dan dapat bekerjasama dengan pemerintah pusat, dalam memastikan ketersedian barang dan stabilitas harga berbagai komoditas bahan pangan. H-2 dan H+2 bulan puasa juga menjadi perhatian Mendang, pasalnya di waktu tersebut lonjakan harga terus terjadi. Karena itu Mendag menekankan kepada Kadisperindag untuk dapat memantau ketersediaan dan stabilitas harga komoditas.
“Saya akan ketatkan, pantau mulai H-14. Tidak lagi, H-7 baru pantau. Itu kami akan lakukan hingga H+2 Ramadan,” ujar Mendag.
Selain itu, Mendag melihat ada tradisi mata rantai yang cukup panjang dalam distribusi komoditas sehingga harga komoditas terus merangkak naik. Terkait hal ini, Kadisperindag diminta untuk mengawal dan memotong mata rantai tersebut.Review Android Smartphone
Hal itu terjadi, karena ada ketidakefektifan tata niaga, yang mana dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari untung sepihak dan kurang hadirnya pihak Pemerintah untuk memantau, alhasil tengkulak yang memfasilitasinya.
“Pak Menteri Pertanian temukan kirim beras dari Jakarta ke Sumatera, tetapi Sumatera kirim juga ke sini. Jadi, bolak balik. Kenapa enggak basis produksi beras di Jawa Barat, seperti Indramayu masuk langsung saja ke Jakarta. Nah, kita akan kurangi itu, kurangi potensi penyimpangan dan kecurangan lain,” ungkapnya.
Terkait penyederhanaan mata rantai kemendag juga telah berkoordinasikan dengan kementerian terkait khususnya untuk selama puasa dan Ramadan.
