Tebar Kebahagiaan, Nu Green Tea Gelar Mudik Bareng Mahasiswa
Bila lebaran tiba, sudah pantasnya umat islam di seluruh penjuru dunia bersuka cita. Bersyukur di hari kemenangan bisa berkumpul dan merayakannya bersama orang terkasih. Namun sayangnya, sebagian umat muslim harus melewati hari yang fitri tersebut dengan kesedihan. Berbagai hambatan, seperti jadwal kerja di hari lebaran hingga finansial yang tak cukup untuk pulang ke kampung halaman alias mudik menjadi sebabnya.
Fenomena ini tidak hanya dialami kaum pekerja, mahasiswa di negeri inipun ternyata banyak yang harus menguburkan keinginannya untuk mudik. Seperti kisah yang dialami beberapa mahasiswa berikut ini.
Rizal misalnya. Mahasiswa jurusan manajemen informatika Bina Sarana Informatika Jakarta ini terpaksa mengubur keinginannya 3 tahun belakangan ini berlabaran di Bandar Lampung. Besarnya biaya mudik, seperti transportasi dan oleh-oleh memaksa Rizal mengurungkan lebaran bersama keluarganya. “Mudik itu yang dipikirkan bukan hanya transportasinya. Saya sebagai anak tertua di keluarga saya juga harus memikirkan adik-adik saya di kampung,” terang Rizal kepada eljohnnews, (23/5/2017).
Rizal menerangkan, ekonomi keluarga yang terbilang kekurangan, memaksanya selain berkuliah juga harus bekerja. Di musim lebaran tiba, Rizal juga terpaksa bekerja ektra keras untuk membantu keluarganya memenuhi kebutuhan. “Adik-adik saya ada tiga. Orang tua kurang mampu memberikan mereka baju lebaran ataupun perlengkapan untuk memeriahkan lebaran. Nah, dari pada saya pulang kampung, bagusnya uang transportnya saya kasih ke orang tua buat nambah-nambah [memeriahkan] lebaran,” terang Mahasiswa Manajemen Informatika yang juga bekerja sebagai freelance marketing ini.
Meski tak seberat Rizal, nasib tidak jauh berbeda juga dialami Egi. Mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta ini sudah 2 kali tidak mudik lebaran di kampung halaman, Surabaya. Egi terpaksa pulang ke kampung halaman di saat musim lebaran usai. Hal ini selain dianggap lebih irit juga dianggap meringankan beban kedua orang tuanya. “Saya tidak mau bapak-ibu semakin susah. Saya bisa berkuliah saja syukur. Makanya biasanya saya menyiasatinya pulang setelah lebaran,” ujar Egi kepada eljohnnews, (23/5/2017).
Namun menurut Egi secara jujur, dirinya acap kali merasa sedih ketika teman-teman kosannya bisa mudik di saat lebaran, dia hanya bisa bermaafan melalui telepon genggam.
Nu Green Tea Mudik Bareng Mahasiswa
Tampaknya kisah-kisah seperti di ataslah yang membuat Nu Green Tea kembali mengusung ‘Mudik Bareng’ Mahasiswa. Lebaran kali ini, untuk kedua kalinya pionir minuman green tea di Indonesia ini membawa manisnya momen berkumpul bersama keluarga untuk 300 Mahasiswa yang beruntung.
Nurkori, Head of Marketing PT ABC President Indonesia mengatakan Nu Green Tea sangat mengerti bahwa perayaan Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri merupakan momentum bagi masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga. Tidak hanya pekerja perantau yang ditunggu-tunggu oleh sanak saudara di kampung halaman, namun mahasiswa yang sedang melanjutkan studi juga merupakan orang yang sangat ingin berjumpa dengan keluarganya. “Maka tahun ini kami kembali menebarkan kebahagiaan, menebarkan keceriaan lewat Mudik Bareng Mahasiswa ini,” terang Nurkori pada acara Media Gathering di Hongkong Cafe, Jakarta (23/5/2017).
Rena Lesmana, Brand Manager Nu Green Tea dikesempatan yang sama menjelaskan, para mahasiswa yang ingin ikut ‘Mudik Bareng’ dapat melakukan registrasi mudah melalui roadshow yang akan diselenggarakan oleh Nu Green Tea khususnya di 15 titik universitas di Jabodetabek. “Jadwal roadshow di kampus-kampus ini selalu kami update dan informasikan di sosial media instagram Nu Green Tea [@nugreenteaid],” ujarnya.
Rena menjelaskan, peserta yang terpilih akan diberangkatkan dari Institut Pertanian Bogor Dermaga dengan 6 bus eksekutif ke kota-kota tujuan mereka, yaitu Simpang lima di Semarang, Malioboro di Jogjakarta, dan GOR Saburai di Lampung. “Jadi caranya mudah, dengan hanya mengumpulkan 10 botol Nu Green Tea, terus registrasi di roadshow kami, kemudian verifikasi, dan para mahasiswa ini sudah bisa mudik bareng bersama kami,” jelas Rena.
Formulir registrasi yang telah diisi kemudian dikembalikan disertai kelengkapannya di salah satu dari 15 universitas lokasi roadshow, dengan periode 29 Mei hingga 15 Juni 2017 mendatang. Ke-15 universitas tersebut adalah;
- Institut Pertanian Bogor (IPB)
- Universitas Gunadarma Jakarta
- UPI Bandung
- Universitas Pakuan Bogor
- Universitas Indonesia
- Universitas Negeri Jakarta
- Universitas Nasional
- UPN Veteran
- Universitas Pancasila
- UNISMA Bekasi
- Universitas Mercu Buana
- UIN Jakarta
- Universitas Nasional
- Universitas Gunadarma Bekasi
- dan Universitas PERBANAS
Pada acara media gathering itu, manajemen Nu Green Tea juga menghadirkan 2 Mahasiswa, yang tahun lalu mengikuti program serupa. Salah satu Mahasiswa itu bernama Adith. Adith menerangkan, kesempatan mudik bersama Nu Green Tea ini merupakan kesempatan yang berharga. Karena selain bisa mudik ke kampung halaman secara gratis, dirinya berkesempatan berkenalan dengan mahasiswa lain sesama peserta ‘mudik bareng’. “Untuk bisa mudik gratis ini saya juga melakukan hal yang sama. Saat bulan puasa tahun lalu saya sengaja berbuka dengan Nu Green Tea, botolnya saya kumpulin dan melakukan registrasi, hingga akhirnya bisa mudik gratis. Terima kasih Nu Green Tea,” cerita Mahasiswa Institut Pertanian Bogor tersebut.
