Transformasi Ikonik: PTPP Ubah Stasiun Tanah Abang Jadi Simpul Transportasi Nasional

0
image_1746442582

PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan proyek strategis nasional Peningkatan Stasiun Tanah Abang Tahap I. Per Mei 2025, progres fisik proyek ini telah mencapai 98,88 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 98,75 persen atau lebih cepat 0,13 persen dari jadwal.

Transformasi Stasiun Tanah Abang menjadi pusat integrasi transportasi modern merupakan bagian dari upaya pemerintah dan BUMN untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin kompleks, khususnya di kawasan Jabodetabek. Dengan desain kapasitas pelayanan hingga 300.000 penumpang per hari, proyek ini diharapkan menjadi simpul konektivitas antarmoda yang menghubungkan berbagai layanan transportasi, termasuk KRL, MRT, LRT, dan angkutan umum lainnya.

Proyek yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp 280 miliar ini meliputi berbagai elemen strategis seperti pembangunan gedung stasiun baru, penambahan rel kereta api baru, serta revitalisasi jalur rel eksisting sepanjang 1.489 meter single track (msp). Dengan peningkatan ini, kapasitas operasional dan kenyamanan penumpang dipastikan meningkat secara signifikan.

Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan pada Senin (5/5/2025), Direktur Utama PT KAI memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas konstruksi dan manajemen proyek yang dilakukan oleh PTPP. Ia menyoroti bahwa progres fisik tidak hanya tepat waktu, namun juga menunjukkan kualitas pengerjaan yang sangat baik serta pelaksanaan teknis yang cermat di lapangan, terutama mengingat lokasi proyek berada di salah satu stasiun tersibuk di Indonesia.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi perseroan. “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari transformasi Stasiun Tanah Abang menjadi hub intermoda yang modern, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Kolaborasi erat dengan para kontraktor serta inovasi dalam metode kerja menjadi faktor kunci keberhasilan proyek ini,” ujarnya.

Menurut Joko, proyek ini dikerjakan oleh tiga kontraktor utama yang saling berkoordinasi dalam ruang lingkup yang berbeda. PT PP bertanggung jawab atas pembangunan gedung dan jalur rel, PT Chikal Prima Rasa menangani sistem kelistrikan dan sinyal, sementara PT KAPM bertugas mengelola lanskap serta fasilitas umum penunjang.

Salah satu tantangan utama proyek ini adalah pelaksanaan pekerjaan di tengah tingginya intensitas operasional KRL. Untuk itu, seluruh aktivitas pembangunan utama dilakukan pada “window time”, yaitu pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, guna meminimalkan gangguan terhadap layanan kereta yang berjalan hampir 24 jam.

PTPP juga menerapkan sejumlah inovasi dalam bidang konstruksi untuk menjaga efisiensi dan keselamatan kerja. Salah satunya adalah metode Roles Wesel, yang memungkinkan proses perakitan dan pemindahan wesel (perangkat untuk mengatur arah laju kereta) dilakukan secara cepat dan efisien. Metode ini terbukti sangat efektif diterapkan di jalur dan emplasemen yang memiliki kepadatan perjalanan tinggi, seperti di Stasiun Tanah Abang.

“Metode ini sangat kami andalkan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang sangat terbatas tanpa mengganggu perjalanan kereta yang terus berlangsung. Ini menjadi contoh konkret bagaimana teknologi konstruksi bisa meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keselamatan,” jelas Joko.

Dengan progres yang telah mendekati 100 persen, proyek peningkatan Stasiun Tanah Abang kini memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum dilakukan uji coba dan serah terima operasional. PTPP optimistis bahwa proyek ini akan menjadi model pengembangan stasiun masa depan yang mengedepankan integrasi, efisiensi, dan keberlanjutan.

Keberhasilan proyek ini tidak hanya mencerminkan kompetensi teknis PTPP sebagai kontraktor nasional terkemuka, tetapi juga menunjukkan sinergi positif antara BUMN dan pemerintah dalam mendorong transformasi infrastruktur transportasi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *