ASITA Riau Mendorong Pembangunan Rest Area Untuk Tingkatkan Pariwisata di Riau

0
asita riau

Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Riau memberikan saran kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Riau untuk segera memiliki rest area yang diperuntukan bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah yang ada di Riau. Saran itu dimaksudkan dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi pelaku pariwisata seperti UMKM dan masyarakat setempat.

Disampaikan oleh Ketua DPD ASITA Riau yaitu Dede Firmansyah. Sedang gencarnya promosi Riau Menyapa Dunia namun masih banyaknya warga Riau yang menikmati liburan long weekend lalu ke luar Provinsi Riau untuk berlibur ke daerah lain.

“Kami berharap Pemerintah antar Kabupaten/Kota saling berkoordinasi dalam membuat rest area seperti yang ada di Jakarta-Bandung. Ini juga memanfaatkan pelaku UMKM untuk menjual oleh-oleh di rest area atau tempat pemberhentian para wisatawan,” ujar Dede.

Menurut Dede terdapat beberapa aspek yang perlu dimaksimalkan untuk mendorong kunjungan wisatawan ke Riau. Meski liburan ke luar kota Pekanbaru, daerahnya tetap berada di Provinsi Riau. Ia memberikan contoh kepada Wali Kota Pekanbaru agar membina hubungan dengan sejumlah pengusaha ritel dengan harapan bisa memanfaatkan usaha mereka untuk mendorong pembukaan usaha ritel sebagai salah satu tempat yang di kunjung wisatawan saat di rest area.

“Riau memiliki banyak potensi wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan luar maupun dari dalam Riau sendiri. Ada hal yang harus diperhatikan terkait pengembangan atraksi-atraksi di area wisata, terdapat suvenir-suvenir menarik untuk kenang-kenangan bagi wisatawan , dan tentu harus ada rest area tiap antar kabupaten ,” jelas Dede.

Untuk suvenir Dede masih merasa belum begitu banyak yang bisa dijual di destinasi yang ada di Riau. Sementara pemanfaatan suvenir yang sederhana bisa mendorong ekonomi terkait pariwisata.

“Ini memang lebih besar perannya di UMKM,” Katanya.

Hal yang juga harus didorong agar kunjungan masyarakat lokal di Riau adalah dengan penyediaan atraksi menarik di tiap destinasi wisata. Misalnya dengan mengadakan pagelaran permainan, tari-tarian, musik, dan sebagainya.

“Minimal dilaksanakan setiap malam Ahad, jadi bisa mendorong kunjungan juga,” kata Dede.

Dengan memaksimalkan rest area, Dede melihat Jarak antar destinasi wisata di Riau yang cukup jauh membuat wisatawan berfikir dua kali untuk menikmatinya. Untuk itu perlu dibuat strategi agar mereka tetap memiliki ketertarikan, salah satunya adalah pengadaan rest area.

“Ini bisa jadi solusi untuk mengatasi kebosanan perjalanan panjang,” tukas Dede.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *