Bekraf Siap Bantu Pantenkan Hasil Produk Kreatif Kawula Muda
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyambut baik banyaknya produk-produk hasil kreatifitas anak muda. Bahkan tidak sedikit produk tersebut dapat menghasilkan pendapatan yang fantastis dan juga dapat banyak memperkerjakan pekerja. Meski demikian Bekraf menyayangkan jika produk-produk buatan anak muda bertalenta itu tidak dipatenkan guna mencegah penyalahgunaan dan meningkatkan daya saing.
Direktur Fasilitator Hak Kekayaan Intelektual Badan Ekonomi Kreatif Robinson Sinaga di Palembang, mengatakan yang ditemui saat ini banyak kawula muda yang menyepelekan mengenai hak paten ini mengingat produk yang diciptakan jika berkembang akan laku di pasaran, maka ada kemungkinan diduplikasi oleh pihak tak bertanggung jawab.
“Seperti aplikasi games, aplikasi program komputer itu sangat rentan diplagiat. Sebaiknya, anak muda yang berhasil mengeluarkan produk seperti ini harus dipatenkan,” kata dia.
Agar hal ini tidak terus terjadi, Bekraf siap membantu pencipta produk kreatif untuk mendapatkan lebel hak kekayaan intelektual (haki). Caranya, Bekraf akan memfasilitasi kebutuhan pelaku industri kreatif ini dengan menyediakan program haki secara gratis.
Ia mengatakan Bekraf juga menggelar sertifikasi barista dan fotografi di Palembang, 27-29 Juli 2018, secara cuma-cuma.
“Kami mengundang anak muda di Palembang untuk memanfaatkan kesempatan ini karena jika dinominalkan untuk mendapatkan sertifikat barista di Jakarta butuh Rp7 juta per orang, sedangkan ini gratis,” kata dia.
Bekraf tak sendiri, untuk kegiatan sertifikasi ini, Bekraf akan menggandeng Ikatan Notaris Indonesia untuk memberikan pelajaran cara membuat kontrak kerja. Bekraf memprediksi dalam tahun-tahun kedepan, Indonesia akan mengembangkan sektor industri kreatif ini yang baru sebesar 1,7 persen sumbangsihnya pada PDB.
Sektor ekonomi kreatif ini diperkirakan akan terus bertumbuh seiring dengan kebutuhan dunia akan inovasi dalam konteks pemenuhan kebutuhan konsumen.
Pada tahun ini, Bekraf menargetkan terciptanya 2.000 usaha rintisan kreatif.
“Salah satunya yang sedang digenjot yakni bisnis pembuatan games dan aplikasi,” kata dia.