Menpar Berharap Investor Asing dan Lokal Berkolaborasi di Sektor Pariwisata
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengakui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) jauh tertinggal dengan Penanaman Modal Asing (PMA). Berdasarakan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun 2016, realisasi investasi sektor pariwisata dari PMDN hanya mencapai Rp 2,2 triliun, sementara dari PMA sebesar Rp 12,8 triliun.
Menpar tetap memberikan semangat kepada para investor dalam negeri, meski kondisi PMDN masih tertinggal oleh PMA. Bahkan Menpar meminta para investor dalam negeri untuk tidak berkecil hati melihat tingginya investasi dari negara lain. Menpar memiliki tips dan trik agar investor dalam negeri juga dapat bermain di sektor pariwisata. Caranya yaitu dengan kolaborasi.
“Biarkan PMA masuk karena selain membawa uang dia akan membawa wisman dan yang bisa rekan-rekan PMDA lakukan disini dengan bekerjasama dengan mereka itu tahap paling cepat yang bisa dilakukan. Jangan sampai mereka investasi 100 persen dan mereka sangat senang sebenarnya berkolaborasi dengan lokal patner,” kata Menpar dalam program wawancara eksklusif yang dipandu Ketua Yayasan Indonesia Johnnie Sugiarto di ruang Menteri Pariwisata, Gedung Sapta Pesona., Senin, 18 September 2017.
Lebih lanjut Menpar menjelaskan pihak PMDN harus jelih memanfaatkan situasi dalam menjalani kerjasama ini yakni belajar dari PMA sehingga nanti dapat memperkuat jaringan dan juga dapat membangun hotel sendiri meskipun bukan hotel non bintang.
“Nah di luar itu rekan-rekan yang lokal setelah kita belajar dari mereka, kita bisa membangun hotel kita sendiri. Itu yang bagus hotel-hotel kecil. Hotel-hotel kecil non bintang itu masih porsi lokalnya sangat besar. Bahkan homestay contohnya itu 100 persen adalah kita. Jadi pointnya cepet masuk dengan berkolaborasi, belajarlah disini karena nanti kita belajar di sini kita dapat networking. Di kota-kota mungkin yang kecil dengan kompetisi yang lebih lunak. Lalu turunkanlah menjadi homestay dan semacamnya,” ujar Menpar.