Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi Terkait Ancaman Letusan Gunung Agung

0
8490746_201709251014090169

Pemerintah akhirnya menyiapkan langkah mitigasi terkait ancaman erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali. Langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah tersebut dihasilkan melalui rapat terbatas untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Agung dan Gunung Sinabung yang dipimpin langsung Presiden Jokowi, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore, 28 September 2017.

Usai rapat terbats, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan mitigasi diperlukan karena hingga saat ini aktivitas Gunung Agung terus meningkat meskipun tidak dapat dipastikan kapan akan erupsi.Status awas untuk gunung terbesar di Bali itu pun hingga kini masih diberlakukan.

“Bagaimana ketidakpastian erupsi ini nantinya akan menjadi lebih parah, apakah akan ada tanggap darurat, apakah ada masa transisi, karena saat ini memang masih pada posisi siaga,” kata Puan usai rapat terbatas.

Puan menjelaskan dalam rapat terbatas Presiden Jokowi telah memerintahkan semua Kementerian dan Lembaga bersinergi menyiapkan langkah mitigasi agar dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan saat Gunung Agus meletus. Kementerian atau Lembaga yang menjadi barisan terdepan dalam penanganan ancaman erupsi Gunung Agung yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR dan Kementerian ESDM serta Pemprov Bali.
Dia juga memastikan hingga kini situasi di Gunung Agung belum berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata Bali. “Tidak ada masalah berkaitan dengan pariwisata,” kata Puan.

Hal serupa juga disampaikan  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai rapat terbatas. Menhub mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi apabila muncul gangguan terhadap penerbangan di Bali.

“Kami mempersiapkan saja misalkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Apa yang akan kami lakukan dua hal,” kata Menhub.

Langkah pertama, menurut Menhub, ialah menyiapkan manajemen untuk mengontrol situasi ketika pesawat tak bisa mendarat atau berangkat dari Bandara Ngurah Rai Bali. Oleh karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi untuk mendapatkan informasi terkini dari BMKG mengenai aktivitas Gunung Agung.

Dia menjelaskan total ada 10 bandara terdekat yang disiapkan dengan urutan tergantung skenario yang terjadi di lapangan. “Saat tak bisa mendarat, kami siapkan bandara terdekat seperti Banyuwangi, Surabaya, dan Ujung Pandang,” ujar Menhub.

Untuk penerbangan tujuan dalam negeri, rencana (plan) A dialihkan ke Banyuwangi, plan B ke Praya di Lombok, dan plan C ke Surabaya. Budi mengimbuhkan, mengenai skenario trafik udara sudah dikoordinasikan dengan PT Angkasa Pura 1 dan Airnav dan pihak maskapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *