Pemerintah Ajak Masyarakat Promosikan Aset Diplomasi Indonesia

0
Junior Short Diplomatic Course

Dengan dukungan Kementerian Luar Negeri, Universitas Budi Luhur (UBL) yang dimotori Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI), kembali selenggarakan kegiatan Junior Short Diplomatic Course (JSDC) Simulasi Sidang Bali Democracy Forum (BDF) di Auditorium Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (8/3). Simulasi diikuti oleh 250 pelajar dari 25 SMA di Jakarta dan sekitarnya.

Kegiatan dibuka oleh Dekan FISIP UBL, Fahlesa Munabari, Ph.D, dan dihadiri oleh a.l. Duta Besar Sunten Z. Manurung (Dosen Hubungan Internasional UBL) serta pejabat pada Direktorat Diplomasi Publik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kemenlu.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Kemenlu yang konsisten dalam kegiatan JSDC, dan mengharapkan melalui kegiatan ini akan lahir diplomat masa depan Indonesia,” ujar Dekan FISIP UBL dalam sambutan pembukaannya sebagaimana diberitakan laman resmi Kemenlu.

Mengapresiasi civitas academica UBL, Kasubdit Isu-Isu Aktual dan Strategis, mewakili Direktur Diplomasi Publik menggarisbawahi bahwa simulasi sidang BDF yang diadakan HIMAHI UBL telah mendukung upaya promosi demokrasi sebagai aset diplomasi Indonesia oleh ­non-state actors. “Dalam mempromosikan aset diplomasi Indonesia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan aktor non negara, antara lain pelajar dan mahasiswa mutlak diperlukan agar tujuan yang ingin dicapai dapat direalisasikan,” tambahnya.

JSDC kali ini mengusung tema BDF ke-10, “Does Democracy Deliver?”. Para peserta tampak bersemangat dan aktif dalam memainkan peran menteri luar negeri, bahkan sejumlah peserta ada yang mengenakan pakaian nasional negara yang diwakilinya. Sebagian besar peserta menguasai Bahasa Inggris yang fasih.

Mengamati statements yang disampaikan, tampak bahwa para peserta pada umumnya sudah melakukan riset yang mendalam mengenai posisi negara yang diperankannya. Di akhir acara, catatan dan evaluasi diberikan oleh 3 orang Tim Juri yang berasal dari UBL dan Direktorat Diplomasi Publik. Berdasarkan penilaian Tim Juri, pemenang JSDC tahun ini  adalah SMA Budi Mulia dalam kategori Best Country Team; SMA St John Catholic School BSD dalam kategori Best Speaker; SMA Yadika V dalam kategori Best Country Statement; dan Nathan Theophillius (SMA St John Catholic School BSD) dalam kategori Best Delegate.

Sebagai Best Speaker, SMA St John Catholic School BSD mendapatkan Piala Bergilir Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, sementara SMA Budi Mulia mendapatkan Piala Bergilir UBL. Seluruh pemenang mendapatkan beasiswa dari UBL.

Simulasi Sidang BDF telah dilaksanakan setiap tahun oleh UBL dengan dukungan Kemenlu sejak tahun 2012. Setiap tahunnya kegiatan diikuti oleh 25-35 SMA/MA/SMK yang berada di Jakarta dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *