Alexandra Matahari Ajak Pemuda Kreatif Secara Berkelanjutan

Alexandra Matahari, Putri Bumi Indonesia 2025, hadir sebagai narasumber dalam acara bertajuk “DISINI ADA ACARA” yang mengangkat isu kreativitas dan keberlanjutan. Kehadirannya menarik perhatian generasi muda dan pelaku industri kreatif yang memenuhi ruang diskusi. Acara ini menjadi wadah berbagi gagasan mengenai masa depan industri kreatif yang lebih bertanggung jawab. Alexandra tampil dengan pembawaan hangat dan pesan yang relevan dengan kondisi saat ini.
Dalam sesi talkshow, Alexandra membagikan perspektif tentang eco-conscious creativity. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan dapat menjadi fondasi kuat dalam proses berkarya. “Industri kreatif memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan masyarakat,” ujar Alexandra. Menurutnya, kreativitas dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Alexandra memaparkan prinsip keberlanjutan yang mencakup People, Planet, dan Profit. Ia menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan perlu diterapkan secara seimbang. “Keberlanjutan tidak akan berjalan jika hanya fokus pada keuntungan semata,” katanya. Pendekatan ini dinilai relevan bagi pelaku UMKM dan kreator muda.

Tantangan industri kreatif juga menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Alexandra menilai masih banyak pelaku industri yang terjebak pada pola produksi cepat. Pola ini berpotensi meningkatkan limbah dan overkonsumsi. Ia mendorong perubahan pola pikir menuju karya yang lebih bernilai dan berjangka panjang.
Isu overkonsumsi disampaikan secara lugas oleh Alexandra. Ia menyoroti fenomena fast content dan fast fashion yang terus berkembang. “Kita perlu lebih sadar terhadap dampak dari apa yang kita produksi dan konsumsi,” ungkapnya. Menurut Alexandra, kesadaran ini harus dimulai dari pelaku kreatif sendiri.
Acara “DISINI ADA ACARA” dinilai penting sebagai ruang dialog lintas generasi. Diskusi ini mempertemukan generasi muda, pelaku kreatif, dan masyarakat umum. Alexandra menyebut forum seperti ini mampu menjembatani isu lingkungan agar lebih mudah dipahami. Isu yang kompleks dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata.

Dalam sesi tersebut, Alexandra memberikan contoh solusi praktis yang dapat diterapkan. Ia menyebut fashion upcycle, penggunaan kemasan ramah lingkungan, dan penyelenggaraan event rendah limbah. “Langkah sederhana bisa membawa perubahan besar jika dilakukan bersama,” jelasnya. Contoh konkret ini mendapat respons antusias dari peserta.
Sebagai Putri Binaan Yayasan El John Indonesia, Alexandra menyampaikan pesan moral yang kuat. Ia menekankan bahwa keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama. “Mari ubah FOMO negatif menjadi gerakan yang berdampak positif,” ucap Alexandra. Pesan ini disambut tepuk tangan dari audiens.
Alexandra juga menyoroti pentingnya storytelling dalam kampanye lingkungan. Ia menilai cerita yang kuat dapat membangun keterikatan emosional dengan publik. Storytelling eco dianggap mampu memperluas jangkauan pesan keberlanjutan. Kreativitas menjadi alat komunikasi yang efektif.
Respons masyarakat terhadap kehadiran Alexandra terbilang positif. Banyak peserta melihat perannya melampaui simbol gelar semata. Ia dipandang sebagai suara yang konsisten menyuarakan isu lingkungan. Dukungan datang dari komunitas kreatif, mahasiswa, hingga pelaku UMKM lokal.

Ketertarikan UMKM untuk mengintegrasikan nilai eco dalam karya mereka mulai terlihat. Beberapa peserta mengaku terinspirasi untuk mengevaluasi proses produksi. Alexandra menyambut baik respons tersebut. Ia berharap semangat ini terus berlanjut setelah acara berakhir.
Di akhir sesi, Alexandra menyampaikan harapannya terhadap dampak jangka panjang acara ini. Ia ingin diskusi ini menjadi titik awal lahirnya gerakan kreatif yang lebih sadar lingkungan. “Perubahan dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” tuturnya. Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat.
Alexandra berharap keberlanjutan dapat menjadi standar baru dalam industri kreatif Indonesia. Ia mengajak publik untuk mendukung brand lokal yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Langkah sederhana seperti mengurangi plastik sekali pakai juga terus disuarakan. Kreativitas diharapkan mampu menggerakkan gaya hidup yang lebih mindful dan berkelanjutan.
