BusinessDestinationEconomicTourismTravel

Alokasi Dana Pengembangan Labuan Bajo Sebagai Destinasi Wisata Premium Kelas Dunia

Pemerintah terus mengakselerasi daya saing pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dengan dukungan anggaran hingga lebih dari Rp1 triliun dari APBN 2020. Mobilisasi anggaran dilakukan untuk mendukung daya saing Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium kelas dunia.Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur terus berbenah menuju destinasi wisata premium kelas dunia.

Presiden Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fantina memastikan, badan otorita pariwisata Labuan Bajo Flores telah menyiapkan desain besar untuk rebranding wisata Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium kelas dunia dengan mengedepankan, dengan status Taman Nasional Komodo World Heritage yang sangat istimewa di dunia.

“kita mau rebranding lagi bahwa Labuan Bajo Flores ini sebagian destinasi yang sangat unik karena dia adalah dia punya Unesco World Heritage yang selama ini kita belum benar-benar memanfaatkan status World Heritage yang sangat istimewa di dunia untuk menjadi bagian marketing kita” Ungkap Shana

Menurut sana pariwisata Labuan Bajo sudah sangat dikenal dunia tetapi pemerintah ingin agar dunia tidak hanya sekedar mengenal keindahan alamnya tetapi juga memperkaya cerita dan pengalaman wisatawan tentang beragam warisan Taman Nasional Komodo, sebagai World Heritage yang layak di nikmati dan dijaga kelestariannya.

“Taman Nasional Komodo tidak hanya menjadi tempat sebagai spot foto tetapi juga banyak cerita sejarah di dalamnya seperti apa dana Geo Park nya seperti apa nah itu yang menjadi kita untuk kita ekspos lagi” Kata Shana

Untuk itu badan otorita Labuan Bajo merekomendasikan promosinya melalui tokoh dunia seperti Leonardo Dicaprio, untuk mendukung pengembangan daya saing pariwisata labuan bajo pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp.1 Triliun dalam APBN 2020.

Menurut kepala kantor wilayah DITJEN Perbendaharaan NTT Lidya Kurniawati Christyana, dana tersebut di alokasikan untuk kelanjutan pembangunan dan rehabilitasi jalan, reklamasi terminal penumpang kapal dan fasilitas pelabuhan dan perluasan bandara komodo.

Lidya Berharap, pemda segara merampungkan proses penyusunan APBD dan APBDES agar anggaran segara di eksekusi pada awal tahun 2020.

“karena pak presiden maunya 2020 itu udah ready karena APBN 2020 itu menyelesaikan 4 pariwisata termasuk Mandalika, Borobudur, Danau Toba dan salah satunya Labuan Bajo. Yang cukup tinggi di sini adalah Bandara udara komodo yang mencapai di 2020 alokasi anggaran nya mencapai 214,24 Miliar” Kata Lidya

Tingginya komitmen pemerintah pusat untuk membangun pariwisata Labuan Bajo telah berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan selama 3 tahun terakhir, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat meningkat hingga 200% dan sedangkan wisatawan nusantara melonjak hingga 400%.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close