ASMINDO dan REI Teken MoU Untuk Gencarkan Penggunaan Produk Mebel dan Kerajinan Lokal

0
WhatsApp Image 2022-09-28 at 10.15.14 (1)

Ketua Umum Asosiasi  Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Dedy Rochimat  dan Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menandatangani nota kesepahaman atau MoU di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa (27/09/2022). Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela acara pelantikan Dewan Pengurus Pusat ASMINDO periode 2022-2027

Saat penandatanganan Ketua Umum ASMINDO didampingi Sekjen ASMINDO yang juga Rektor Untar yakni Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.M., I.P.U., Asean Eng.

MoU yang ditandatangani ini, merupakan bentuk kesepakatan   ASMINDO dan REI untuk bersama-sama menggalakan kembali  penggunaan produk lokal khusus untuk mebel dan kerajinan sehingga dapat meredam penggunaan produk impor. 

Ketua Umum ASMINDO Dedy Rochimat menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum REI yang menyambut baik kolaborasi ini. Kehadiran REI dinilai telah membantu ASMINDO dalam memasarkan produk mebel dan kerajinan

“Bapak Ketua Umum REI, Bapak Totok Lusida terima kasih sudah berkenan ikut bantu kami dari ASMINDO untuk membangun pasar lokal mebel kami yang sangat diperlukan untuk UKM-UKM kita. Segera kami akan minta Waketum bidang lokal untuk ditindaklanjuti dan dapat menghasilkan positive impact bagi kedua asosiasi  dan tentunya Indonesia tercinta,” kata Dedy dalam sambutannya.

Menurut Dedy, MoU ini merupakan awal yang baik untuk mempererat hubungan ASMINDO dengan REI. Dua asosiasi tersebut merupakan asosiasi yang memiliki visi  yang sama yakni ikut membangun perekonomian bangsa.

“Hal ini merupakan permulaan yang luar biasa karena  dapat membuat MoU dengan REI dan kita tau semua pengembang memerlukan dukungan fasilitas mebel dan kerajinan yang berkualitas,” kata Dedy dalam sambutannya.

Ketua REI Paulus Totok Lusida, mengatakan penggunaan produk lokal merupakan program   Presiden Jokowi untuk dijalankan oleh   institusi pemerintah, negeri, swasta dan industri. Kerja sama ini merupakan peluang bagi ASMINDO untuk memasarkan produknya di luar negeri, karena sebagian  anggota ASMINDO ada yang mengembangkan bisnisnya di luar negeri

“Sesuai program Bapak Presiden Bapak Joko Widodo bahwa kita harus pakai produk lokal, kita giatkan kerja sama ini untuk memakai produk lokal dan bukan hanya properti di Indonesia karena beberapa anggota kami juga bergerak di seluruh dunia, ada yang di Vietnam, di Kamboja, di India, di China,” kata Totok.

Totok berharap ASMINDO dapat membina UMKM yang bergerak di bidang mebel dan kerajinan untuk meningkatkan kualitas produknya,  sehingga dapat  diterima pasar dalam negeri. Kepada pemerintah, Totok berharap untuk tidak lagi menggunakan tender, tetapi lebih memakai metode penunjukan langsung agar produk UMKM tanah air dapat  terlibat dalam proyek-proyek yang dikerjakan Pemerintah 

“Bahkan di Surabaya, sudah dilakukan mulai dari seragam sepatu tidak ada lagi tender, sudah dapat persetujuan dari BPK dan BPKP untuk bisa penunjukan langsung. Dan kalau mebel bisa, saya mohon pada industriawan yang hadir pada acara ini, bisa membina UKM untuk memakai produknya. Kalau tender-tender terus yang menguasai penguasa tender, karena saya yakin bapak ibu sekalian tidak ada yang pernah ikut tender, karena ikut tender itu cukup complicated. Mari bersama-sama kita merubah situasi ini dengan memakai produk lokal  dan mengajak UKM untuk berusaha, biar dapat penghasilan,” ujar Totok.

Setelah ditandatangani, kedua belah pihak akan segera menindaklanjutinya MoU tersebut,  terutama soal kesiapan industri mebel dan kerajinan untuk menyokong kebutuhan perumahan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *