Awas, Milenials Jangan Sampai Jadi Shopaholic!

0
iStock_000052027484_Large-e1448554779205

Anda pernah menonton film Confession of a Shopaholic? Film tersebut bercerita tentang Rebecca “Becky” Bloomwood (diperankan oleh Isla Fisher) yang terobsesi dengan mal dan belanja. Diceritakan Becky sangat gila belanja hingga tagihan 12 kartu kreditnya membengkak hingga belasan ribu dollar.

Baca juga: Generasi Milenial Lebih Banyak Gunakan Uang untuk Fitnes Daripada Berinvestasi

Keadaan itulah yang mengancam para milenials di seluruh dunia saat ini. Budaya konsumtif untuk menyokong gaya hidup mewah kini mengancam generasi milenials.

Penelitian yang dilakukan The Boston Consulting Group (BCG) mengungkap fakta pada tahun 2012 jumlah Middle-class and Affluent Consumers (MAC) di Indonesia mencapai 72 juta orang. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga 141 juta jiwa atau dua kali lipatnya pada tahun 2020 mendatang.

Menurut sebuah riset yang dilakukan pada tahun 2015 melalui sosial media, 41 persen dari 7.809 perbincangan, menabung untuk ‘kegiatan’ konsumtif. Temuan lainnya yang tidak kalah mencengangkan adalah 38 persen dari 7,757 responden mengaku masih menggunakan uang orang tua sebagai jalan pintas ketika menghadapi masalah keuangan.

Baca juga: Reksadana, Pilihan Tepat Investasi Generasi Milenial

Kebebasan menggunakan uang didukung dengan teknologi yang semakin canggih membuat para milenial semakin mudah membelanjakan uang mereka sehingga mereka tidak bisa menetapkan batasan pengeluaran. Justru, dengan adanya batasan pengeluaran, milenials bisa memanfaatkan uang mereka untuk investasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *