Bandara-RHF

PT Bintan Aviation Investments menargetkan pembangunan bandara miliknya selesai pada tahun 2018. Bandara yang dibangun di kawasan Bintan Resorts, Kepulauan Riau ini merupakan bandara pertama yang dikelolah swasta.

Managing Director PT Bintan Aviation Investments, Michael BK Budy mengklaim pembangunan bandara ini sama sekali tidak menggunakan anggaran negara. Murni pembangunan ini diambil dari dana PT Bintan Aviation Investments dan dibangun di lahan miliknya.

“Akhir tahun 2018 itu selesai (pembangunan). Itu tentunya di bawah bimbingan Kementerian Perhubungan,” kata Michael.

Untuk pembangunan fisik bandara ini sudah hampir sempurna. Sedangkan fase yang cukup lama terjadi pada pembangunan fondasi landasan pacu.

Menurut Michael terminal Bandara Bintan akan bisa melayani sebanyak satu juta penumpang. Selain itu, Bandara Bintan juga akan memiliki Aeropark Science Park.

“Bandara akan berdiri di atas lahan 700 hektar. Untuk MRO akan berada di lahan 500 hektar. Pembangunan bandara ini kami investasi tahap awal sebesar 100-150 juta dollar AS,” tambahnya.

Bandara Bintan diproyeksikan akan memiliki MRO yang bisa digunakan oleh maskapai asing maupun dalam negeri.
Selain itu terminal Bandara Bintan juga akan disambung dengan terminal feri. Michael mengatakan izin pembangunan Bandara Bintan telah dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan pada tahun lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan Bandara Bintan berstatus khusus.

Bandara Bintan terletak di antara dua bandara besar yaitu Bandara Raja Haji Fisabillah, Bintan dan Bandara Hang Nadim, Batam. “Untuk bandara Bintan ini keperluannya wisata. Tata letaknya sangat strategis,” kata Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *