IKN sebagai Pusat Pemerintahan Masa Depan dengan Potensi Wisata Kelas Dunia

0
DSC00249

Pemerintah menargetkan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi berpotensi sebagai destinasi pariwisata dunia. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan selain membangun gedung dan jalan raya, IKN juga membangun ekosistem pendukung industri pariwisata secara menyeluruh, termasuk infrastruktur air dan konservasi lingkungan.

“Pemerintah menetapkan IKN sebagai tujuan pariwisata dunia, tetapi juga disupport oleh ekosistem yang mendukung industri pariwisata itu sendiri,” ujar Basuki dalam pernyataan terbarunya.

Salah satu bentuk dukungan nyata tersebut adalah pembangunan umbung atau kolam penampungan air yang multifungsi. Hingga kini, sudah terdapat 32 umbung yang dibangun di kawasan IKN, dan tahun ini ditargetkan akan dibangun 30 umbung tambahan. Menurut Basuki, umbung tidak hanya berfungsi sebagai sarana penunjang pariwisata air, tetapi juga bagian penting dari konservasi sumber daya air dan pengendalian iklim mikro.

“Jadi tidak hanya untuk pariwisata, tapi untuk konservasi sumber daya air. Tahun ini akan kita bangun lagi 30 umbung. The more the better kalau soal SDA,” katanya sambil tersenyum. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai “pahlawan sumber daya air”, mengisyaratkan kedekatannya yang mendalam dengan isu pengelolaan air.

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan bahwa pembangunan umbung juga memiliki manfaat ekologis sebagai agen perubahan iklim mikro (agent of micro climate change). Semakin banyak uap air yang dihasilkan dari umbung-umbung tersebut, semakin besar pengaruhnya terhadap kelembapan dan suhu udara di sekitar IKN.

“Ide ini juga untuk mendukung wisata air. Banyak sekali yang sedang kami siapkan,” lanjutnya.

Tak hanya wisata berbasis air, IKN juga akan membangun wisata berbasis edukasi dan olahraga.  Hal tersebut dilihat akan hadirnya landasan pacuan kuda bertaraf internasional serta taman safari Indonesia.

Tak hanya itu, Basuki juga mengumumkan bahwa mulai tahun ini akan dibangun sebuah Pusat Anggrek Kalimantan dan Nasional, sebagai bentuk pelestarian sekaligus promosi kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Ia menyebut pusat ini tidak hanya berfungsi sebagai taman botani, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif yang bisa menarik pengunjung lokal maupun internasional.

“Pusat Anggrek ini akan menjadi bagian dari atraksi wisata berbasis keanekaragaman hayati. Target kami, semua fasilitas ini akan siap antara tahun 2027 hingga 2028,” ungkapnya.

Di tengah pembangunan berbagai atraksi wisata, isu ketersediaan akomodasi juga menjadi perhatian Otorita IKN. Basuki menyebut saat ini baru terdapat dua hotel yang telah beroperasi, yaitu Swiss Hotel dan Qubika Hotel. Namun, pemerintah terus mendorong masuknya investasi untuk pembangunan fasilitas penginapan tambahan.

“Kami terus mendorong agar lebih banyak hotel dibangun. Dalam waktu dekat, Swiss-Belhotel juga akan segera memulai pembangunan,” jelas Basuki.

Pengembangan sektor pariwisata ini menjadi bagian integral dari visi IKN sebagai kota masa depan yang tidak hanya modern dan ramah lingkungan, tetapi juga menyatu dengan alam dan budaya lokal. Dengan konsep “kota di dalam hutan”, IKN berupaya menjadi magnet wisata baru di Asia Tenggara dengan menggabungkan infrastruktur canggih, keindahan alam Kalimantan, dan kekayaan biodiversitas tropis.

IKN yang akan dijadikan sebagai destinasi kelas dunia siap dipromosikan oleh para generasi muda. Mereka ada finalis empat kontes pageant nasional yang dikemas dalam acara El John Pageant Festival 2025. Event  ang diselenggarakan Yayasan EL JOHN Indonesia ini, akan dipusatkan di IKN pada tanggal 16-27 Agustus 2025.

Keempat kontes yang digelar yakni Putri Kampus Indonesia, Putri Bumi Indonesia, Putra dan Putri Pariwisata Nusantara, serta Putri Pariwisata Indonesia. Kesemuanya merupakan ajang yang tidak hanya mengedepankan pesona dan kecerdasan, tetapi juga kepedulian sosial, lingkungan, dan potensi kepariwisataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *