DestinationTourism

Berwisata di Tahun baru Cina

1. imlek

Wah besok sudah tahhun baru cina nih, ada yang ingin liburan nggak dengan tema imlek atau yang bernuansa merah. Jangan salah kalau ada beberapa tempat di Indonesia yang merayakan imlek baik itu dengan nuansa merahnya atau juga dengan tradisinya. Nah kalau anda ingin merasakan nuansa imlek boleh nih berkunjung di beberapa daerah berikut ini. nah yang paling dikenal nih daerah singkawang yang berada di Kalimantan barat. Singkawang sebagai salah satu pusat permukiman Tionghoa di Indonesia selalu ramai saat perayaan Imlek. Hingga Cap Go Meh tiba, kota ini bakal penuh pernak-pernik berwarna merah khas Imlek. Bahkan serangkaian acara Imlek di kota ini dikenal sebagai pesta perayaan Tahun Baru Cina terbesar di Asia Tenggara.

Pesta Imlek di Singkawang enggak pakai minuman keras, jadi tenang saja, enggak ada gerebekan. Kalau memilih berlibur di sini, kamu malah bisa menikmati parade kendaraan hias saat siang dan indahnya ratusan atau bahkan ribuan lampion di kala malam. Saat Cap Go Meh, sejumlah pertunjukan siap menyemarakkan liburan, misalnya tatung serta barongsai. Ritual tatung menarik banget karena kamu bisa melihat orang kesurupan dewa-dewi yang dipercaya penganut Konghucu. Bahkan warga asli Dayak juga ikut serta dalam pertunjukan itu lantaran ritual tersebut mirip dengan yang mereka punya.

Selanjutnya ke tempat Laskar Pelangi, Bangka Belitung. Orang Bangka menyebut Tahun Baru Imlek “Ko Ngian”, atau “Sincia” karena pengaruh dialek di lingkungan sekitar. Kenapa saya tahu? Karena ibu berasal dari Bangka, hehe. Sebagian besar penduduk Bangka Belitung memang keturunan etnis Tionghoa, ya seperti Ibu saya. Dan pastinya tradisi Ko Ngian sangat erat di provinsi Indonesia yang kaya akan timah ini. Berhubung saya pernah merasakan Tahun Baru Imlek di Bangka, tepatnya di kota Pangkal Pinang. Jadi, saya bisa cerita tentang pengalaman saya sendiri imlekkan disini. Pastinya Anda akan mendapatkan suasana pecinaan yang kental di kiri kanan jalan utama, terutama di daerah-daerah perumahaan.

Anda bisa melihat hiasan-hiasan yang tergantung di rumah-rumah dan beragam kue-kue tradisi Tionghoa yang enak-enak. Pada jam tertentu, ada pertunjukkan Barongsai yang bisa Anda saksikan di jalan-jalan. Kadang-kadang ada juga Barongsai yang datang ke rumah-rumah untuk menghibur Anda secara spontan. Coba juga sempatkan waktu untuk mengunjungi Citraland Botanical City untuk berpartisipasi di Citra Latern Festival. Jangan lupa untuk berdoa dan meminta suatu permintaan sebelum melepas lampion-lampion tersebut ke langit.

Gedong Batu Sam Po Kong adalah petilasan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana China bernama Zheng Ho (Cheng Ho) atau juga dikenal sebagai Sam Po Tay Djien. Terletak di daerah Simongan, sebelah Barat Daya Kota Semarang. Disebut Gedong Batu karena bentuknya berupa gua batu besar di kaki Bukit Batu. Di dalam gua batu ada altar dan patung – patung Sam Po Tay Djien. Nah itu sedikit cerita dari Semarang, perayaan Imlek di Semarang sangat meriah karena kawasan Pecinan di ibu kota Jawa Tengah itu sangat hidup. Sedikitnya ada sepuluh kelenteng di Pecinan Semarang.

Yang tertua bernama Tay Kak Sie, sedangkan yang terbesar namanya Wie Wie Kong. Selain itu, ada Pasar Imlek Semawis yang ikut memeriahkan perayaan Imlek selama sekitar seminggu. Yang menarik adalah pertunjukan permainan toya dan wushu khas biksu Shaolin. Kamu bisa melihat langsung atraksi beladiri khas Tiongkok ini, enggak hanya nonton di film-film kungfu. Safe trip ya. (arf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button