Besok KKP Gelar Rakor Bahas Kerusakan Karang di Raja Ampat

0
terumbu karang rusak

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Rabu Besok, 15 Maret 2017, akan menggelar rapat koordinasi membahas kerusakan terumbu karang di Kepulauan Raja Ampat. Dari siaran pers KKP yang diterima redaksi EL JOHN News, disebutkan rapat koordinasi akan membahas  langkah hukum yang ditempuh terhadap pelaku kerusakan.

Direktur Jenderal Pengelolaan ruang Laut, Kementerian Kelutan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan selain langkah hukum, dalam rapat juga akan dibahas soal pengukuran valuasi ekonomi terhadap kerusakan terumbu karang, koordinasi ini disepakati oleh Kemenko Maritim, Kemen LHK dan KKP.

Rapat koordinasi akan dihadiri Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Pemerintah Daerah Raja Ampat.

Dalam siaran persnya ini KKP menjabarkan kronologi apal Pesiar MV. Caledonia Sky tersebut terjadi pada hari Sabtu, 4 Maret pukul 12.41 WIT di sekitar Pulau Manswar Distrik Meos Manswar Kab. Raja Ampat, Jumlah Kru Kapal 79 personel dan Penumpang 102 dari berbagai negara. Informasi sementara Kandasnya Kapal Pesiar MV Caledonian Sky diduga akibat Nahkoda hanya Memonitor GPS dan Radar tanpa memperhitungkan Pasang surut (Keadaan Alam). Kapal akhirnya dapat ditarik setelah menunggu Air Pasang tinggi. Akibat dari kandasnya Kapal Pesiar MV Calesonian Sky tersebut maka terumbu karang disekitar area kandas terumbu karang mengalami kerusakan. Dari hasil pemeriksaaan, kerusakan terumbu karang diperkirankan mengalami kerusakan fisik mencapai 1600 meter2.

Menurut Brahmantya Kepulauan Raja Ampat merupakan Kawasan Konservasi Perairan yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36/KEPMEN-KP/2014 tentang Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat, sehingga kejadian kandasnya kapal pesiar tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat maupun daerah akan pentingnya peraturan daerah tentang rencana zonasi diwilayah pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai acuan dalam pengelolaan wisata bahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *