Bio Farma Jadi Kandidat Terkuat Sebagai Induk Holding Farmasi
Bio Farma (Persero) menjadi kandidat terkuat menjadi induk holding farmasi. Dengan demikian, jika sudah diputuskan, maka Bio Farma akan menaungi seluruh perusahaan plat merah di bidang farmasi.
Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putranto membenarkan, akan dipilihnya Bio Farma sebagai induk holding farmasi. Alasan dipilihnya Bio Farma ini, karena saham Produsen vaksin yang berbasis di Bandung, Jawa Barat (Jabar) tersebut sepenuhnya dimiliki pemerintah.
“Rencana kami Bio Farma, 100% milik pemerintah,” ucap Imam seperti yang dikutip bisnis.com, Minggu (24/3/2019).
Saat ini sedang dirampungkan proses holding tersebut. Untuk waktu perampung, Imam belum dapat memberitahu, namun Kementerian BUMN berusaha secepatnya proses holding ini selesai secepatnya.
Imam menjelaskan, sebenarnya bukan hanya Bio Farma, ada satu kandidat lagi yang ingin dijadikan Induk Holding Farmasi, yakni Kimia Farma. Perusahaan obat terbesar di Indonesia ini sudah diakui kualitas obatnya, bahkan perusahaan tersebut mempunyai bisnis inti di hilir yakni pada pendustribusian dan konsumsi.
Namun dilain sisi, Kimia Farma kini sudah menjadi perusahaan go public dengan kode emiten KAEF, sehingga dinilai memerlukan waktu dan usaha yang lebih besar untuk meyakinkan para pemegang saham publik.
Secara keseluruhan, Indonesia mempunyai empat perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang farmasi, yakni Kimia Farma, Bio Farma, Phapros, serta Indo Farma. Setelah Holding Farmasi terbentuk, diharapkan value creation bisa dilaksanakan melalui efisiensi struktur biaya, penggunaan sumber daya bersama, serta sinergi dari sisi peningkatan kapabilitas keuangan.
Adapun pembahasan akhir Holding Infrastruktur dan Holding Perumahan disebut telah mendapat lampu hijau dari kementerian teknis.
Keberadaan dua Holding ini menambah panjang daftar Holding yang telah dibentuk pemerintahan era Joko Widodo sebelumnya, yakni Holding Migas dan Holding Pertambangan. Pada masa pemerintahan sebelumnya, Holdin g yang telah berdiri yakni Perkebunan, Semen, serta Pupuk.
“Kalau untuk Holding Infrastruktur dan Perumahan, target dari Bu Menteri [Rini Soemarno], kuartal pertama [2019]. Kami sudah menyelesaikan pembahasan di tingkat kementerian, tengah harmonisasi,” terang Imam.
