Blokade Hormuz Dimulai, Trump Keluarkan Peringatan Keras ke Kapal Iran
Ilustrasi Presiden AS Donald Trum perintahkan militernya untuk blokade Selat Hormuz (Foto: Generated AI)
El John News-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan blokade terhadap Selat Hormuz setelah pembicaraan damai dengan Iran yang berlangsung di Pakistan dilaporkan gagal mencapai kesepakatan.
Langkah ini dinilai berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik sekaligus memberi dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia.
Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat mulai menjalankan proses blokade terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut sejak 13 April pukul 10.00 waktu setempat.
“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” ujar Trump.
Ia juga mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut agar tidak mendekati zona blokade yang telah ditetapkan.
“Jika ada kapal-kapal tersebut mendekati wilayah blokade kami, mereka akan segera dihancurkan, menggunakan sistem penindakan yang sama seperti yang kami gunakan terhadap pengedar narkoba di laut. Tindakannya cepat dan keras,” tegasnya.
Pernyataan terkait dimulainya blokade ini kemudian kembali ditegaskan Trump saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Putih. Dalam kesempatan tersebut, ia mengklaim bahwa sejumlah negara turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan blokade tersebut.
“Ya, negara lain juga akan ikut,” kata Trump saat ditanya mengenai keterlibatan negara lain.
Namun, ketika diminta menjelaskan negara mana saja yang terlibat, Trump menyebut pihaknya sebenarnya tidak membutuhkan bantuan tersebut, meskipun tawaran kerja sama telah diberikan.
“Kami tidak membutuhkannya, tetapi mereka menawarkan bantuan. Kami akan mengumumkannya mungkin besok,” lanjutnya.
Trump juga menyampaikan keyakinannya bahwa blokade yang dilakukan akan berjalan efektif dalam menekan aktivitas Iran, terutama dalam sektor perdagangan.
“Saat ini tidak ada pertempuran. Kita punya blokade. Iran tidak melakukan bisnis sama sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Trump bahkan mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah melemah secara signifikan, termasuk di sektor angkatan laut, udara, hingga sistem pertahanan.
“Angkatan laut mereka sudah tidak ada, angkatan udara mereka tidak ada, pertahanan udara mereka tidak ada, radar mereka tidak ada, dan para pemimpinnya juga sudah tidak ada,” tambahnya.
Kebijakan blokade ini menjadi langkah drastis yang diambil Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, sekaligus menunjukkan pendekatan keras Washington dalam menghadapi isu keamanan kawasan.
Para pengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat memicu gejolak harga energi dan perdagangan global dalam waktu dekat.
