BMKG Prediksi Musim Kemarau Berakhir November 2017
Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) A Fachri Radjab menjelaskan kondisi cuaca saat ini dan prediksinya selama sepekan, Senin (4/1), di Kantor BMKG, Jakarta. Potensi hujan di Jawa saat ini hanya intensitas ringan-sedang, tetapi berpotensi terus meningkat menjadi sedang-lebat, terutama di akhir pekan ini. Kompas/Johanes Galuh Bimantara (JOG) 04-01-2016
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Jawa Tengah sudah akan memasuki musim kemarau pada April hingga November nanti.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG, Lis W Harmoko, di Semarang, Senin, memprediksi kemarau pada tahun ini lebih panjang akibat dampak El Nino. “Kemarau diprediksi akan lebih panjang, perkiraan sampai November,” katanya.
Meski dilanda El Nino, lanjut dia, cuaca ekstrem diperkirakan tidak akan melanda wilayah Indonesia. Peluang terjadi cuaca ekstrem kecil terjadi di negara beriklim tropis.
Meski tidak terdampak cuaca ekstrem, perubahan suhu diprakirakan masih mungkin terjadi karena berbagai faktor.
Sementara itu, pakar lingkungan Universitas Diponegoro, Sudharto P Hadi, menilai kemungkinan perubahan iklim dan cuaca ekstrem tetep harus diantisipasi.
Faktor alam, lanjut dia, memang menjadi salah satu penyebab utama terjadinya perubahan iklim dan cuaca.
“Tidak hanya alam, faktor manusia juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan iklim dan cuaca,” katanya.
