WhatsApp Image 2026-06-09 at 08.35.19

El John News, Jakarta – Yayasan El John Indonesia bersama El John Pageants kembali menghadirkan ajang Putri Bumi Indonesia 2026 sebagai wadah bagi perempuan muda Indonesia yang peduli terhadap isu lingkungan, pariwisata berkelanjutan, dan pembangunan masa depan yang lebih hijau. Salah satu perempuan inspiratif yang berhasil lolos dan resmi menjadi Finalis Putri Bumi Indonesia 2026 adalah Carmenita Lamba dari Ende, Nusa Tenggara Timur.

Terpilih sebagai finalis menjadi momen yang sangat berkesan bagi Carmenita. Ia mengaku merasa bersyukur, bangga, sekaligus antusias dapat menjadi bagian dari ajang yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan tentunya excited atas kesempatan ini. Bagi saya, menjadi Finalis Putri Bumi Indonesia 2026 bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah platform untuk membawa isu yang selama ini saya pedulikan, yaitu lingkungan dan pariwisata berkelanjutan,” ungkap Carmenita.

Sebagai perempuan muda asal Ende, Carmenita merasa terhormat dapat berdiri bersama para perempuan inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia. Ia percaya bahwa setiap perempuan memiliki kemampuan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurut Carmenita, tantangan terbesar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau green sustainability di Indonesia bukan hanya terletak pada kebijakan maupun teknologi, tetapi pada bagaimana membangun kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat secara konsisten.

Generasi muda memiliki peran penting sebagai agents of change. Kita dapat berkontribusi melalui aksi nyata di komunitas, membangun gerakan sosial, serta memanfaatkan teknologi dan media digital untuk menyebarkan edukasi yang positif,” jelasnya.

Apabila dipercaya menjadi Putri Bumi Indonesia 2026, Carmenita berkomitmen mengembangkan program bertajuk “Tech for Clean Tourism”. Program tersebut terinspirasi dari pengalamannya melihat permasalahan sampah di Pantai Ndao, Kabupaten Ende, yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit masyarakat setempat.

Melalui program ini, Carmenita ingin menggabungkan berbagai kegiatan seperti gerakan bersih pantai (beach clean-up movement), edukasi lingkungan di sekolah dan komunitas, serta kolaborasi dengan masyarakat lokal. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan media digital juga akan menjadi sarana untuk memperluas dampak gerakan tersebut.

Teknologi bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan yang menghubungkan kesadaran, aksi, dan kolaborasi,” ujarnya.

Carmenita juga meyakini bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan biaya besar. Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membawa tumbler sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, dan membuang sampah pada tempatnya.

Pengalamannya bersama komunitas Titik Nadi dalam aksi bersih Pantai Ndao semakin memperkuat keyakinannya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dengan semangat kepedulian terhadap lingkungan dan visi untuk menciptakan pariwisata yang lebih bersih dan berkelanjutan, Carmenita Lamba siap melangkah dalam perjalanan menuju mahkota Putri Bumi Indonesia 2026 serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk turut menjaga bumi demi masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *