Chef Marinka Akan ke Raja Ampat & Upgrade Kuliner Khasnya

0
marinka

Chef Marinka akan traveling ke Raja Ampat. Dia akan berbagai tips kuliner, seperti mengolah masakan dan pengemasan makanan kepada warga setempat.

Chef yang bernama asli Maria Irene Susanto ini akan mengolah masakan khas Papua dan mengemasnya dengan lebih modern. Ia mengaku pernah beberapa kali berkunjung ke sana.

“Saya pernah dua kali ke Papua, mereka punya potensi. Contohnya seperti papeda. Saya sudah coba dan menarik rasanya,” kata chef profesional itu di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Selasa (14/3).

Menurut dia, makanan yang ada di wilayah Papua sangat potensial. Namun kendala terdapat pada masyarakatnya yang belum mengetahui bagaimana mempercantik dan membuatnya lebih enak.

“Yang jelas makanan ikan atau dari laut. Saya mau ajari untuk mengolah makanan manis jadi khas Raja Ampat. Kalau lebih ketinggalan iya. Karena belum tahu cara mengolahnya. Masih banyak bisa diolah jadi yang baru. Buah matoa itu enak banget,” kata Marinka.

“Soal ketinggalan, itu bagus buat space. Jadi bisa buat di-improve,”imbuh dia.

Chef Marinka akan ikut Manna Encounter Raja Ampat III pada 24-28 Maret mendatang. Dia ingin membantu bagaimana mengolah makanannya agar lebih cantik dilihat dan tetap lezat saat dinikmati.

“Bahan makanan semua dari sana. Packaging dan rasanya bisa dibikin lebih baik lagi. Saya akan coba lebih modern. Moga saat dimasak tetap rasa Raja Ampat. Jadi biar enggak gitu-gitu aja dan lebih bersih,” urai Marinka.

Marinka mengaku terakhir traveling adalah saat berkunjung ke Bali dan Jepang. Ia sendiri lebih menyukai destinasi seperti pegunungan. Namun, daerah pantai pun ia suka.

“Ke Raja Ampat suka banget. Malang dan Bali yang berkesan karena udaranya agak sejuk yang di Malang,” kata dia.

Menurut dia, pariwisata Indonesia saat ini mulai berkembang. Hal itu, kata dia karena pemerintah mau turun tangan.

“Kurangnya kalau di Raja Ampat perlu rumah sakit. Jadi kalau ada keadaan emergency agak sulit. Kalau menyinggung masakan, Indonesia itu lebih tasty, berasa banget. Memang lambat perkembangannya karena pemerintah baru-baru ini mulai mendukungnya,” tutup dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *