Dari Singapura, Pesawat Lion Air Malah Mendarat di Terminal Domestik
Lagi-lagi maskapai Lion Air menjadi buah bibir dan mendapat sorotan masyarakat karena sensasi yang tercipta dari kesalahan yang dilakukan baik itu oleh manajemen, cabin crew hingga pilotnya. Setelah beberapa hari lalu, pemboikotan terbang dari para pilot Lion Air Group yang menyebabkan delay parah di beberapa kota besar di Indonesia. Nah, kali ini kesalahan yang dilakukan Lion Air bisa dibilang cukup fatal.
Maskapai Lion Air mengaku bersalah karena telah menurunkan penumpang dari Singapura di terminal domestik di Bandara Soekarno Hatta. Terkait hal ini Lion Air telah ditegur oleh pihak imigrasi bandara.
“Pesawat parkir di T1 (Terminal 1) benar, penumpang satu bus turun di T1 tetapi setelah itu diarahkan lagi ke T2 dan semua penumpang dicap di imigrasi,” kata Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut dalam pesan singkat yang diterima, Sabtu (14/5).
Daniel coba menjelaskan dengan mengutip pernyataan Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta, Alif Suaidi, bahwa sopir bus saat ground handling salah menurunkan penumpang. Seharusnya penumpang diturunkan di Terminal 2, justru malah diturunkan di Terminal 1.
“Informasi dari Lion Air dan Angkasa Pura II bahwa pesawat JT 161 dari Singapura pada 10 Mei 2016 parkir di R51 (remote area). Oleh sopir bus yang membawa penumpang, salah turun di terminal 1 tapi kemudian disadari salah dan penumpang naik bus kembali dan dibawa ke terminal 2 untuk clearance CIQ,” ujar Daniel menirukan penjelasan Imigrasi.
“Atas kasus ini akan kami (Imigrasi) beri peringatan tertulis kepada Lion Air,” imbuh Daniel.
Kejadian berawal saat seorang pengguna Facebook bernama Zara Zettira menuliskan bahwa pesawat Lion Air JT 161 yang mengangkut anaknya dari Singapura justru para penumpangnya dibawa ke terminal domestik. Pesawat take off dari Singapura pada 10 Mei 2016 pukul 18.50 WIB dan mendarat di Cengkareng pukul 19.35 WIB. Anak dari Zara ini disebutkan tak diarahkan petugas untuk dilakukan pengecekan imigrasi.
“Anak saya dan penumpang warga negara asing tidak diarahkan oleh petugas ground crew Lion Air untuk cap paspor imigrasi yang seharusnya menjadi protokol bagi airlines yang berasal dari luar negeri,” tulis Zara akun Facebook Zara Zetira yang dikutip eljohnnews.com, Sabtu (14/5).
Respon Angkasa Pura II
Kejadian terkait Lion Air JT 161 tersebut kemudian ditanggapi oleh PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta. Dijelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman saat pesawat mendarat dan pengemudi bus justru membawa penumpang ke Terminal 1.
“Dalam perjalanan pengemudi bus diganti karena pergantian tugas dan tanpa ada alasan, pax (penumpang) dibawa ke terminal 1B gate B2,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi dalam keterangan yang diterima eljohnnews.com, Sabtu (14/5).
“Ketika pax melalui pintu menjelang baggage claim di terminal 1B , petugas Avsec melihat penumpang bingung kemudian ditanya dan mereka menyatakan baru landing dari SIN (Singapura). Oleh petugas Avsec para pax diminta kembali ke airside dan naik bus untuk dibawa ke terminal 2,” imbuhnya.
Budi menjelaskan, terdapat 7 penumpang yang sudah terlanjur keluar Terminal I tapi atas kemauan sendiri kemudian naik bus shuttle ke Terminal 2. Penumpang-penumpang tersebut selanjutnya melakukan pemeriksaan imigrasi di Terminal 2.
“Terdapat 7 pax yang sudah terlanjur keluar terminal dan atas kemauan sendiri mereka naik bus shuttle ke terminal 2 untuk clearance imigrasi mengingat kepentingan mereka sendiri,” jelas Budi.
“Ya kami akan koordinasi kan dengan otoritas bandara untuk meningkatkan tanggungjawab ground handling,” tutupnya.
