Di Tengah Krisis Global, Stok Beras Indonesia Tembus 4,3 Juta Ton

0
3f0641bb6b45eb15053c85a6c0c5beeb_400x250

Stok beras di gudang nasional (Foto: Humas Bulog)

El John News, Jakarta-Di tengah gejolak sektor energi global, pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap dalam kondisi kuat. Kementerian Pertanian mencatat stok beras nasional saat ini mencapai 4,3 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya dan masih berpotensi meningkat dalam waktu dekat.

“Ini tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan bulan depan kita perkirakan bisa mencapai 5 juta ton,” ujar Amran.

Menurutnya, peningkatan stok beras ini turut memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga pangan, khususnya selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa beras yang sebelumnya kerap menjadi pemicu inflasi kini tidak lagi memberikan tekanan signifikan.

“Alhamdulillah, Ramadan tahun ini harga beras terkendali dan tidak menjadi penyumbang inflasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Lonjakan stok yang signifikan juga mendorong pemerintah untuk menambah kapasitas penyimpanan. Dari kapasitas gudang sekitar 3 juta ton, pemerintah mengambil langkah dengan menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton sebagai langkah antisipasi.

Selain memperkuat sektor pangan, pemerintah juga mendorong percepatan hilirisasi pertanian, terutama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Salah satu program utama yang tengah dijalankan adalah implementasi biodiesel B50

“Ini bagian dari upaya kita menuju kemandirian energi. Tahun ini kita tidak impor solar karena sudah digantikan biofuel dari sawit”

Dari sisi distribusi, Direktur Utama Perum Bulog menyebutkan bahwa penyerapan beras dalam negeri mengalami lonjakan signifikan. Dalam tiga bulan pertama tahun ini saja, penyerapan telah mencapai 1,3 juta ton.

“Penyerapannya juga sangat tinggi. Dari Januari hingga Maret sudah mencapai 1,3 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah,” ungkapnya.

Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah lanjutan dalam pengembangan energi berbasis pertanian melalui program bioetanol E20, yaitu campuran etanol dalam bensin yang bersumber dari komoditas seperti jagung, tebu, dan ubi.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari arah besar menuju kemandirian nasional, tidak hanya di sektor pangan tetapi juga energi.

“Di bawah arahan Presiden, kita tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga bergerak menuju swasembada energi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, menekankan pentingnya peran BUMN dalam mendukung transformasi sektor pangan dan energi melalui kolaborasi yang lebih kuat.

“BUMN siap mengoptimalkan potensi yang ada untuk memastikan Indonesia semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Kementerian Pertanian menilai capaian ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional yang terus menunjukkan tren positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *