BusinessEconomicHeadline NewsTechnology

Dirut Telkom Pastikan Satelit Telkom 1 Tidak Dapat Dioperasikan Lagi

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga mengatakan pihaknya bersama produsen Satelit Telkom 1 Lockheed Martin telah merampungkan hasil investigasi terhadap Satelit Telkom 1 yang mengalami anomali sejak Jumat, 25 Agustus 2017 lalu. Hasil investigasi menyebutkan satelit yang diluncurkan pada tahun 1999 itu dipastikan tidak dapat dioperasikan lagi.

“Satelit Telkom 1 tidak dapat dioperasikan kembali. Lockheed Martin merekomendasikan agar dilakukan proses shut down untuk Satelit Telkom 1,” kata Alex, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu, 30 Agustus 2017.

Sebelumnya Telkom dan Lockheed Martin melakukan monitoring terhadap satelit tersebut pada tahun 2014 dan 2016 lalu, hasilnya dinyatakan Satelit Telkom 1 dalam kondisi baik dan diperkirakan satelit ini dapat mengorbit hingga 2019

Menurut Alex, rekomendasi dari Lockheed Martin untuk melakukan proses shut down  terhadap Satelit Telkom 1 agar tidak ada intervensi dari satelit lain.

“Status Telkom 1 kosong? Secara fisik iya. Tolong dibedakan fisik secara administratif, sehingga orbit 108 derajat Bujur Timur secara administratif atas nama Indonesia untuk Telkom Indonesia namanya satelit Telkom 1, administratif sampai hari ini. Fisiknya mungkin sudah nggak ada,” ujar  Alex.

Slot  orbit miliki Satelit Telkom 1 nantinya akan ditempatkan oleh Telkom 4. Satelit terbaru milik Telkom itu kini sedang dalam pengerjaan, bahkan jika dipresentasekan hasil pengerjaan sudah mencapai 70 persen. Diharapkan pertengan tahun 2018, Satelit Telkom 4 sudah dapat diluncurkan di angkasa. Jumlah kapasitas Telkom 4 lebih besar dari kapasitas satelit Telkom 1 sebagai upaya memenuhi kebutuhan transponder yang kian meningkat.

Satelit Telkom 4 direncanakan membawa 60 transponder, sebanyak 36 transponder akan disewakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisa 24 transponder akan dipasarkan untuk India. Satelit Telkom-4 rencananya akan menggunakan platform SSL 1300 dan di desain untuk operasional selama 15 tahun

Kementerian Kominfo sendiri telah menyatakan akan membantu Telkom untuk mengurus surat administratif kepada International Telecommunication Union (ITU). Kominfo akan meminta kekosongan di slot orbit 108 derajat Bujur Timur tidak diisi oleh pihak lain.

Sementara itu, Telkom saat ini pun tengah berupaya meulihkan layanan pelanggan dengan melakukan repointing atau migrasi dari satelit Telkom 1 ke satelit Telkom 2, Telkom 3S, Apstar, dan Chinasat.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button