Djoni Toat: Musprov PSMTI Adalah Momentum Strategis Menuju Transformasi Organisasi
Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Kantor Sekretariat PSMTI DKI Jakarta, Taman Sari, Jakarta Barat pada Sabtu (31/5/2025), menjadi panggung penting untuk merumuskan arah dan masa depan organisasi.
Dalam sambutannya, Ketua Harian II PSMTI Pusat Djoni Toat menekankan bahwa Musprov bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis yang menentukan arah gerak organisasi ke depan.
“Musprov adalah momentum penting dalam kehidupan organisasi. Di sinilah arah gerak organisasi ditentukan untuk periode berikutnya,” ujar Djoni.
Djoni menyampaikan bahwa Musprov kali ini tidak hanya penting secara simbolik, tetapi juga secara substansi. Ia merinci empat agenda utama yang menjadi fokus dan tujuan utama penyelenggaraan Musprov:
- Menyusun dan menetapkan program kerja yang relevan, realistis, dan berorientasi pada penguatan peran PSMTI dalam kehidupan masyarakat luas.
- Menilai laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, baik dalam aspek kegiatan maupun keuangan, sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
- Memilih dan menetapkan Ketua baru yang memiliki visi strategis, integritas kuat, serta semangat pengabdian tinggi untuk memimpin organisasi ke arah yang lebih baik.
- Menetapkan anggota formatur, yang nantinya akan membantu ketua terpilih menyusun kepengurusan yang solid, inklusif, dan representatif.
Dengan dasar tersebut, Djoni mengajak seluruh peserta untuk tidak melihat Musprov sebagai sekadar kegiatan administratif, tetapi sebagai ruang evaluasi mendalam, refleksi jujur, dan transformasi nyata bagi keberlanjutan organisasi.

Dalam bagian penting dari pidatonya, Djoni menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari siklus organisasi yang sehat. Ia menyebut bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak semata diukur dari masa jabatannya, tetapi dari seberapa baik ia mempersiapkan generasi penerus.
“Kita semua memahami bahwa regenerasi adalah keniscayaan dalam organisasi. Pemimpin sejati adalah mereka yang memikirkan masa depan organisasi melebihi masa kepemimpinannya sendiri,” tegasnya.
Djoni mengingatkan bahwa organisasi sosial seperti PSMTI harus mampu terus tumbuh melalui semangat kolaborasi lintas generasi. Ia pun menyatakan bahwa kepemimpinan yang inklusif akan memperkuat fondasi organisasi di masa depan.

Mengakhiri sambutannya, Djoni menyerukan agar seluruh proses Musprov dijalani dengan nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi semangat PSMTI: demokrasi, keterbukaan, dan kebersamaan.
“Mari kita laksanakan proses demokratis ini dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kedewasaan. Jangan jadikan Musprov hanya sebagai ajang formalitas, melainkan sebagai sarana evaluasi, refleksi, dan transformasi bagi organisasi kita tercinta,” tutupnya.
Sambutan Djoni Toat membuka Musprov dengan semangat yang meneguhkan pentingnya komitmen kolektif. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, PSMTI diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan keindonesiaan yang menjadi jati diri organisasi sejak awal berdirinya.

Dengan terpilihnya kepemimpinan baru dan disepakatinya program kerja yang relevan, Musprov VIII ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi langkah yang lebih strategis dan berdampak dalam pengabdian PSMTI kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.
