Dorong Akselerasi Indonesia Emas 2045, FORMAS Fasilitasi Ratusan Investor Tiongkok Berinvestasi di Indonesia

0
WhatsApp Image 2025-12-10 at 08.58.47


Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) kembali menunjukkan kiprahnya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Komunitas yang berfokus pada percepatan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 itu memenuhi janjinya untuk menghadirkan ratusan calon investor dari Tiongkok ke Tanah Air.

Kedatangan para pengusaha ini merupakan bentuk nyata komitmen FORMAS untuk mendukung program pembangunan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam kerangka Asta Cita yang menempatkan hilirisasi dan industrialisasi sebagai prioritas utama.

Para investor dari Tiongkok dan Indonesia tersebut dipertemukan dalam Forum Kemitraan Industri dan Investasi 2025, sebuah acara yang diprakarsai oleh FORMAS bekerja sama dengan Wanxinda Group, perusahaan manufaktur dan industri terkemuka yang mengembangkan fasilitas Industrial Areas of Wanxinda di Batang, Jawa Tengah.

Acara besar ini berlangsung pada Selasa, 9 November 2025, berlokasi langsung di kawasan industri Wanxinda yang berada di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang.

Lebih dari 1.000 tamu undangan hadir, terdiri dari investor Tiongkok, pengusaha nasional, pelaku industri, akademisi, dan perwakilan pemerintah. Mereka mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai iklim investasi Indonesia, regulasi yang terus disempurnakan, serta peluang kerja sama di berbagai sektor diantaranya dari Direktur Utama PT Danareksa Yadi Jaya Ruchandi dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Imam Soejoedi.

Keduanya menjelaskan secara detail bagaimana pemerintah Indonesia menyiapkan ekosistem investasi yang makin kompetitif dan ramah bagi pelaku usaha global.

Salah satu momen penting dalam forum tersebut adalah peluncuran dua inisiatif strategis:yakni FORMAS Global Investment Service Center dan Wanxinda Global Manufacturing Center.

Peluncuran ini menandai dimulainya era kolaborasi baru antara pelaku usaha nasional dan mitra internasional. Dua fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat layanan terpadu yang menyediakan asistensi bagi investor, mulai dari konsultasi, legalitas, hingga percepatan realisasi investasi dan pengembangan industri di Indonesia. Selain peluncuran, pada acara ini juga digelar penandatanganan MoU atara asosiasi bisnis Indonesia dan Tiongkok.

Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli (FORMAS), Yohanes Handojo Budhisedjati, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara investor asing dan pemerintah daerah untuk memajukan perekonomian nasional. Oleh karena itu, pertemuan ini penting dilakukan untuk pengembangan wilayah melalui investasi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata hingga pertambangan.

“Para investor dari Tiongkok menyampaikan bahwa investasi di Indonesia bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga karena mereka menganggap kita sebagai saudara,” ujar Handojo saat diwawancarai tim El John Media Network.

Handojo menjelaskan bahwa FORMAS dibentuk untuk mendorong, mengawasi, dan memonitor jalannya pemerintahan, termasuk memastikan bahwa investasi berjalan sesuai kepentingan nasional.

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, ia menilai investasi asing memiliki peran strategis dalam mengatasi berbagai potensi masalah ekonomi, termasuk risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

“PHK harus kita atasi. Salah satu caranya adalah melalui investasi. Dari pihak Tiongkok juga berharap tenaga kerja Indonesia dapat terserap,” ujarnya.

Terkait antusiasme investor yang hadir, Handojo menilai kehadiran lebih dari 500 investor Tiongkok menunjukkan minat besar terhadap potensi Indonesia. “Mereka melihat potensi Indonesia sangat besar. Hambatan-hambatan yang ada adalah hal wajar, dan itu harus diselesaikan melalui keterbukaan informasi dan kolaborasi,” katanya.

Handojo menegaskan bahwa tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah memastikan rakyat menikmati manfaat dari investasi asing. “Yang penting bagi kami adalah rakyat. Rakyat harus menikmati kesejahteraan dari investasi yang masuk, bukan hanya segelintir orang,” tuturnya.

Sementara itu, Executive Chairman PT Wanxinda Group, Mr. Dan Chen, menegaskan optimismenya terhadap potensi Indonesia untuk unggul dalam sektor industri dan ekspor. Menurutnya, Indonesia tidak seharusnya kalah bersaing dengan Vietnam, mengingat skala dan kapasitas ekonomi yang lebih besar.

“Kita tidak boleh kalah. Bahkan jika dibandingkan dengan Pulau Jawa saja—yang penduduknya setara dengan Vietnam—Indonesia seharusnya bisa menang. Kita harus membawa lebih banyak perusahaan, lebih banyak lapangan kerja, dan lebih banyak investasi masuk,” ujar Mr. Dan Chen.

Ia juga menyoroti stabilitas politik Indonesia sebagai faktor kunci yang sangat menarik bagi investor global. Ia menilai bahwa momen kebersamaan tokoh-tokoh nasional seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto tampil bersama menunjukkan sinyal positif.

“Saat para pemimpin seperti Pak SBY, Pak Jokowi, dan Pak Prabowo bisa satu panggung, itu memberi pesan kuat bahwa politik Indonesia stabil. Bandingkan dengan Jepang, Korea, atau Thailand yang sering mengalami gejolak politik—itu membuat investor ragu. Indonesia menunjukkan atmosfer yang aman dan stabil, sehingga para investor merasa nyaman berinvestasi,” jelasnya.

Di akhir acara digelar Seminar Prospek Investasi yang mengusung tema “Sinergi Global Menuju Indonesia Emas 2045”. Seminar tersebut menjadi salah satu sesi paling dinantikan karena menghadirkan sejumlah tokoh penting yang memaparkan peluang berinvestasi dan prospek kedepan.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa FORMAS bukan hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga aktor nyata dalam menjembatani kerja sama ekonomi global. Upaya mendatangkan investor Tiongkok dalam jumlah besar adalah langkah strategis untuk membuka peluang kerja, memperluas basis industri, dan mempercepat transformasi ekonomi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *