FORMAS: Kepercayaan dan Persahabatan Jadi Fondasi Investasi Indonesia–Tiongkok

Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli (FORMAS), Yohanes Handojo Budhisedjati, menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Tiongkok telah berkembang jauh melampaui kerja sama ekonomi semata. Pernyataan ini Handojo saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar Prospek Investasi di Indonesia dengan tema “Sinergi Global Menuju Indonesia Emas 2045 yang dilangsungkan di Industrial Areas of Wanxinda, Batang, Jawa Tengah, pada 9 Desember 2025.
Seminar tersebut menjadi rangkaian acara Forum Kemitraan Industri dan Investasi 2025, yang menghadikan lebih dari 1000 investor baik Tiongkok maupun Indonesia.
Dalam paparannya, Handojo menekankan bahwa hubungan kedua negara telah terjalin melalui berbagai proyek strategis yang memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional, mulai dari sektor investasi, teknologi, energi, manufaktur hingga pengembangan infrastruktur.
“Hubungan kedua negara tidak hanya tercermin dari meningkatnya volume perdagangan, tetapi juga dari berbagai proyek strategis yang selama ini berjalan dengan baik. Kerja sama Indonesia–Tiongkok bukan sekadar hubungan ekonomi, tetapi kolaborasi jangka panjang yang membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara,” tegasnya.
Handojo menilai bahwa di tengah kondisi global yang semakin kompleks, kolaborasi internasional menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan ekonomi. Melalui forum ini, FORMAS ingin mempertegas komitmen Indonesia sebagai mitra strategis Tiongkok dalam pembangunan ekonomi regional maupun global.
Ia merinci lima tujuan utama kerja sama yang ingin diperkuat melalui forum ini:
- Mendorong transfer pengetahuan dan teknologi agar pelaku industri Indonesia semakin kompetitif.
- Membuka peluang investasi baru yang secara langsung menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas produksi nasional.
- Mengembangkan rantai pasok internasional yang lebih terintegrasi, modern, dan efisien.
- Memperkuat kerja sama di sektor-sektor penting, termasuk logistik, energi, manufaktur, industri digital, dan sektor strategis lainnya.
- Mendorong inovasi bersama yang berdampak pada perkembangan ekonomi kedua negara.

Menurut Handojo, kerja sama Indonesia–Tiongkok bukan hanya soal angka investasi atau penandatanganan kontrak, tetapi juga soal membangun fondasi kepercayaan dan persahabatan yang kuat.
“Kerja sama ini dibangun atas dasar saling menghormati dan semangat persahabatan. Kami percaya bahwa sinergi dua negara besar ini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi perusahaan yang terlibat tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia optimistis bahwa kolaborasi strategis ini akan menjadi tonggak baru dalam memperkuat jaringan bisnis, membuka lebih banyak peluang ekonomi, dan menjawab tantangan global dengan kemampuan yang lebih baik.
Forum tersebut menjadi salah satu agenda penting FORMAS dalam mendukung akselerasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan.
