Dorong Lonjakan Investasi Teknologi, FORMAS Fasilitasi Pertemuan Pengusaha Tiongkok
Foto bersama di acara Pertemuan Strategis Pengusaha Indonesia dan Delegasi Tiongkok (Foto: tim liputan El John Media/Susilo)
El John News, Jakarta-Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan investasi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan bisnis yang mempertemukan pengusaha Indonesia dengan delegasi pengusaha asal Tiongkok dari sektor teknologi hingga kesehatan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah aktif FORMAS dalam membuka ruang kolaborasi internasional yang berfokus pada peningkatan arus investasi, pertukaran teknologi, serta penguatan inovasi di sektor-sektor strategis. Bidang yang menjadi perhatian utama meliputi Teknologi Informasi (IT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan industri medis.
Delegasi dari Tiongkok yang hadir bukanlah pelaku usaha sembarangan. Mereka merupakan pengusaha terpilih yang direkomendasikan langsung oleh asosiasi bisnis resmi di negaranya, dengan rekam jejak kuat serta penguasaan teknologi yang mumpuni.
Dengan latar belakang tersebut, kehadiran mereka dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjalin kemitraan strategis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mempercepat transformasi teknologi di dalam negeri.
Lebih dari sekadar forum pertemuan, agenda ini menjadi momentum penting untuk menjajaki kerja sama jangka panjang antara pelaku usaha Indonesia dan mitra global

Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari peran aktif divisi bisnis FORMAS dalam membuka peluang kerja sama antar negara.
“Divisi bisnis juga sedang menjalin kolaborasi dengan pihak Jepang, dengan India, Australia, dan Amerika. Ini menjadi salah satu dari divisi dari perjuangan Formas,” ujar Handojo.
Menurutnya, FORMAS tidak hanya bergerak di sektor bisnis semata, melainkan memiliki berbagai divisi yang turut berkontribusi dalam pembangunan nasional. Mulai dari pendidikan, energi terbarukan, hingga isu lingkungan menjadi fokus yang terus didorong agar selaras dengan arah kebijakan pemerintah.
Hal senada juga disampaikan Pimpinan Divisi Bisnis Formas David Sebastian. Ia menegaskan bahwa sinergi lintas negara menjadi kunci dalam mengembangkan proyek-proyek strategis di Indonesia, termasuk di bidang kesehatan, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi.

Perkembangan teknologi AI yang telah berlangsung selama dua dekade terakhir dan semakin kompleks. Menurutnya, Indonesia tidak boleh tertinggal dalam memanfaatkan peluang tersebut di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Kita menilai bahwa perkembangan AI sejak 2005 sudah sangat-sangat kompleks dan Indonesia jangan ketinggalan untuk ini. Karena apabila kita ketinggalan, kita akan tertinggal dari negeri lain-lain,” tegasnya.
Untuk itu, FORMAS mendorong kerja sama dengan berbagai negara yang memiliki keunggulan di bidang teknologi, termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat, demi mempercepat transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas nasional.
“Itu sebabnya kita butuh kerja sama dengan pengusaha-pengusaha teknologi AI dari negeri Tiongkok walaupun juga dari negeri US, dari negeri mana pun juga. Yang penting yang menimbulkan kemampuan di bidang AI,” lanjut David yang juga sebagai irektur Utama FMS Global Investama (Holding)
Lebih jauh, David berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kecocokan atau “chemistry” antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok, sehingga kolaborasi yang terjalin dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Hasil pertemuan ini kita inginkan bahwa akan terjadi chemistry antara pengusaha Tiongkok dengan pengusaha Indonesia. Di mana pengusaha Tiongkok memiliki teknologi dan memiliki pembiayaan,” jelasnya.
