Filosofi Rendang, Salah Satu Kuliner Terbaik di Dunia
Dimanapun ada rumah makan Padang sudah pasti ada rendang sebagai salah satu menunya. Jika Anda salah satu pecinta kuliner rendang sebaiknya jangan langsung menilai rendang enak dan tidak enak, karena rendang bukan hanya memiliki cita rasa yang berbeda tapi juga terkandung filosofi dan makna mendalam.
Sebagai makanan olahan leluhur, rendang dianggap sebagai salah satu makanan memiliki arti mendalam. Vita Datau selaku Ketua Asosiasi Gastronomi Indonesia (AGI) menjelaskan semua makanan khas Indonesia memiliki filosofi dan makna termasuk juga rendang.
Ditemui di Jakarta, Vita menjelaskan dalam rendang terdiri beberapa bahan utama yakni daging sapi, kelapa, cabai serta bumbu lain yang memiliki arti berbeda-beda.
“Rendang dibuat dari daging sapi, kelapa, cabai dan bumbu-bumbu lain. semua memiliki arti dan makna. Itu bukan sekedar bahan makanan tapi punya arti dan makna,” kata Vita.
Lebih lanjut Vita menjelaskan, daging melambangkan kemakmuran dan rasa cinta orang tua dan anaknya. “Tanda cinta makanya dimasakin daging. Orang dulu kalau mau makan daging harus menyembelih hewan yang sudah diternak lama jadi jarang ada orang yang masak daging,” jelas Vita.
Selanjutnya kelapa yang memiliki arti menyatukan. Semua komunitas masyarakat dilambangkan seperti kelapa yang digunakan saat memasak rendang. Kelapa dalam jumlah banyak melambangkan banyaknya komunitas dan lapisan masyarakat daerah yang bersatu jadi satu.
Sementara cabai melambangkan guru-guru agama yang mengajar ngaji dan baca Al-Quran. Para guru ini digambarkan seperti cabai yang pedas artinya guru dengan tegas mengajar muridnya agar mengerti tata krama.
Sementara bumbu dan rempah pelengkapnya menggambarkan semua orang lapisan masyarakat harus dihargai sebagai sesuatu yang penting. Tanpa bumbu tambahan ini rendang tidak akan punya rasa yang lengkap dan komplet. Jadi semua bahan yang digunakan dalam rendang memiliki makna yang sama pentingnya.
