Technology

Google Dikabarkan Sedang Matangkan Fuschia

Sejauh ini platform buatan Google yang dikenal publik adalah Android, Chromecast, dan Chrome OS. Selama bertahun-tahun, tiga platform tersebut dibangun berbasis Kernel Linux.

Kesuksesan Android sepertinya membuat Google pun ketagihan mengembangkan sistem operasi lain. Fuchsia, disebut-sebut jadi mainan baru Google, selain Android dan Chrome.

Seperti diketahui, selain Android yang kini menjadi sistem operasi mobile dengan pemakai terbanyak di dunia, Google juga mengembangkan Chrome untuk di laptop dan desktop.

Fuschia

Terkonfirmasi sudah bahwa Google memang sedang membangun sistem operasi baru bernama Fuchsia yang dibangun di basis bukan Linux. Adapun Kernel merupakan perangkat lunak yang berfungsi menjadi jembatan antara perangkat keras dan aplikasi.

Masih belum jelas kemana arah platform tersebut. Apakah akan menggantikan Chrome OS, Chromecast, atau Android?

Dikutip dari berbagai sumber, pada hari Jumat (12/8), mengatakan ada kemungkinan seperti itu. Sebagai langkah awal, Google diduga akan menjadikan platform terbaru ini sebagai sistem operasi ringan untuk menjalankan gawai seperti Google Home, dan router OnHub.

Langkah seperti ini dtempuh Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut menggunakan Tizen OS untuk menjalankan gawai sandangan seri Gear.

Adapun temuan proyek baru Google ini muncul pertama kali di laman GitHub. Namun hanya terdapat rincian samar bertuliskan “Pink + Purple == Fuchsia (a new Operating System).”

Platform ini menggunakan kernel baru yang disebut Magenta. Dia adalah kernel yang dirancang untuk bersaing dengan sistem operasi IoT seperti FreeRTOS dan ThreadX. Perbedaannya, Magenta juga dirancang untuk berjalan di gawai yang lebih kompleks seperti ponsel pintar dan komputer desktop.

Karena menggunakan bahasa pemrograman Dart milik Google bersamaan dengan Flutter, platform ini diduga akan menggunakan Material Design sebagai antarmukanya. Flutter merupakan proyek baru untuk membantu para pengembang membangun aplikasi mobile bagi iOS dan Android dengan kinerja dan ketelitian tinggi dari basis kode tunggal (C/C++).

Travis Geiselbrecht dari Google mengkonfirmasi bahwa platform ini akan segera tersedia untuk komputer mini Raspberry Pi 3. Bagi pengembang yang tertarik dengan proyek ini, terdapat instruksi langkah demi langkah untuk membangunnya.

Spekulasi sistem operasi Google dengan nama baru itu sebenarnya mencapai permukaan sejak Oktober tahun lalu. Pada saat itu, muncul laporan yang mengindikasikan Google berencana untuk menyatukan sistem operasi Chrome dan Android, serta akan memperkenalkan sistem operasi terbaru pada 2017.

Melihat kebiasaan yang sudah berjalan, Google memang memberi kebebasan pada karyawannya untuk membuat proyek sampingan pada waktu luang. Bisa jadi ini merupakan hasil waktu luang mereka.

Bahkan bukan tidak mungkin akan menjadi produk serius seperti yang selama ini terjadi di Google.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close