Hadapi Industri 4.0, Puri Robotic Siap Pasarkan Robot Service ke Industri
Guna menghadapi Industri 4.0, Pusat Robot Indonesia (Puri) Robotic bakal memberikan kemudahan bagi industri dalam menjalankan operasionalnya. Kemudahan itu, melalui pelayanan berbasis robot atau services robot yang dapat digunakan dalam berbagai bidang yang membutuhkan pelayanan.
Pada Sabtu (15/12/2018), di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Puri Robotic memperkenalkan robot yang nanti akan dijual ke industri, kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Robot-robot tersebut, selain dijual juga dapat digunakan pelanggannya dengan sistem sewa, antara lain per hari dan per delapan jam.
“Puri Robotics ini khusus untuk robot services. Kami ingin menjadi pusat robot,” kata Presiden Direktur Puri Robotics, Jully Tjindrawan, di Kemenkominfo, Sabtu (15/12/2018).
Perusahaan ini, menghadirkan robot buatan China dan Jepang selama dua minggu belakangan ini, dengan target penggunaan di rumah sakit, restoran maupun di rumah.
Robot layanan yang mereka sediakan antara lain tipe Snow yang dapat menjadi resepsionis di rumah sakit, hotel dan sekolah dan Amy yang dapat menjadi pelayan di restoran, hotel, bar dan kafe. Puri Robotics juga menyediakan robot Alice yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan dan pengenal wajah sehingga ketika digunakan di hotel dan restoran, misalnya, ia dapat menyapa orang yang wajahnya telah direkam.
Jully telah berkecimpung di dunia robotik Indonesia sekitar 14 tahun, selain mendistribusikan robot dia juga merencanakan Puri Robotics akan memiliki Rumah Robot Indonesia di mal Season City tahun depan. Rumah Robot Indonesia dirancang untuk menjadi taman bermain sekaligus tempat untuk mempelajari sains dan robotikam juga teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Selain tempat belajar robot, Jully mengaku berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kurikulum robot di sekolah.
Sementara itu, direktur Operasional Puri Robotic Indonesia, Glen Gani Taufik mengatakan, perusahaan tidak sekadar memproduksi robot, namun juga membuat konektivitas antara pendidikan dengan industri robot.
“Kita harus memberikan edukasi mengenai robot service, agar masyarakat nantinya siap secara mental dan psikologis. Adanya teknologi ini bukan sebagai pengganti tenaga kerja,” katanya di Kominfo, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Desember 2018.
Masyarakat tidak perlu takut kehilangan lapangan pekerjaan, sebagai gantinya akan tumbuh profesi lain yang akan berkembang. Di luar negeri, robot jenis ini sudah banyak digunakan restoran sebagai pengantar pesanan.
Atas inovasinya itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memberi apresiasi kepada Puri Robotic. Pasalnya, mereka tak hanya memikirkan bisnis semata, namun juga didorong rasa peduli untuk bangsa dalam konteks robot.
Menkominfo di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat setiap orang harus menyiapkan diri untuk menguasai teknologi.
“Teknologi berkembang dengan sangat cepat. Kita perlu menyiapkan diri untuk menguasai teknologi terutama di erat saat ini yaitu era Revolusi Industri 4.0. Tidak perlu takut untuk digantikan oleh robot karena pekerjaan yang bersifat intelligence itu akan tetap dilakukan oleh manusia,” kata Menkominfo.
Menkominfo mengakui bahwa Indonesia masih kurang dalam menyediakan sumberdaya manusia yang terampil dalam bidang digital.
“Untuk itu pemerintah menyiapkan program Digital Talent Scholarship untuk menghasilkan SDM yang sesuai dengan standar internasional, termasuk ke depannya untuk teknologi robotik,” tandasnya.