Hadapi Situasi Ekonomi Global, Pemerintah dan Kadin Sepakat Perkuat Sinergi

0
1534304933_Darmin-Peraturan-Pelaksanaan-Biodiesel-20-Siap-Ditandatangani-1024x705
Untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan menggelar pertemuan dengan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) beserta para pengusaha, Rabu, 15 Agustus 2018, di Jakarta. Pertemuan dihelat guna membahas situasi ekonomi terkini, terlebih di tengah kondisi perekonomian dunia yang sedang mengalami tekanan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, yang penting dan sedang dilakukan Pemerintah saat ini ialah membangun pengertian dan kesadaran dari para pelaku usaha dalam usaha perbaikan ekonomi Indonesia.
“Kita perlu sekali agar Dana Hasil Ekspor itu masuk ke dalam ekonomi kita, oleh karena itu kita perlu berdialog dengan para pelaku usaha,” ujar Darmin.
Saat ini memang tidak semua Dana Hasil Ekspor (DHE) yang masuk ke Indonesia dikonversi menjadi Rupiah. “Dari 80-81% Dana Hasil Ekspor, hanya 15% yang ditukarkan ke dalam mata uang rupiah,” ungkap Darmin. Oleh karenanya, dialog semacam ini diharapkan dapat meningkatkan pengertian antara Pemerintah dan Pelaku Usaha.
Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Kondisi perekonomian dunia yang tengah mengalami tekanan global mengharuskan adanya sinergi yang padu antara pemerintah, Bank Indonesia, serta para pelaku usaha.
“Menjaga stabilitas ekonomi, dengan menaikkan SBI 25 basis poin merupakan langkah konkret yang dilakukan pemerintah. Selain itu, (juga dengan) mengurangi proyek pemerintah yang memiliki kandungan impor tinggi. Koordinasi akan terus dilakukan untuk memperkuat perekonomian dalam negeri,” tegas Perry.
Selain itu, pemerintah tengah menyusun kebijakan jangka pendek dan jangka menengah dalam meningkatkan pariwisata dalam negeri. “Dari sektor Pariwisata kita sudah merumuskan beberapa hal, termasuk dengan Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata, untuk dibangun jalan, air bersih. Kemenpar dan Kementerian PUPR pun sedang mengidentifikasi hal tersebut agar segera dibangun,” ungkap Damrin.
Tak lupa Menko Darmin menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan Kredit Usaha Rakyat untuk sektor Pariwisata. Dengan bunga serendah 7%, KUR Pariwisata diharapkan dapat memberi kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha pariwisata.

 

Turut hadir dalam acara ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Ketua Umum Kamar Dagang Industri Rosan Perkasa Roeslani, Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, serta para pelaku usaha. (Sumber Kemenko Perekonomian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *