Ikuti Saran Menpar, Kini Malang Dipenuhi Media Promosi Wisata

0
branding malang

Ada yang berbeda dari Kabupaten Malang, Jawa Timur setelah meluncurkan branding wisata terbarunya di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, pada 4 Mei 2017 lalu. Kini Kabupaten Malang dipenuhi baliho yang membranding wisata Malang. Selain baliho, beberapa media promosi lainnya  seperti spanduk dan umbul-umbul juga terpasang di beberapa titik. Media promosi tersebut, bertuliskan slogan wisata ‘Kabupaten Malang, The Heart of East Java’.

Banyaknya media promosi di titik jalan di Malang merupakan saran dari Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Saat peluncuran branding wisata Malang, untuk memperbanyak Baliho wisata Malang ke sudut jalan hingga ke beberapa  kantor kecamatan dan kantor desa se-Kabupaten Malang.

Penyebaran media promosi ini juga dibarengi dengan strategi yang diterapkan Bupati Malang Rendra Kresna. Strategi itu yakni mendahulukan wisatawan lokal untuk menikmati objek wisata yang ada di daerahnya sendiri.  Harapannya secara otomatis, masyarakat akan bangga terhadap wisata Kabupaten Malang. Kemudian, mereka mengenalkannya melalui sanak saudara, hingga media sosial.

“Bayangkan sebanyak tiga juta masyarakat Kabupaten Malang berwisata di daerahnya sendiri.  Income sektor pariwisata akan melimpah. Kami berupaya menarik wisatawan lokal dulu. Setelah itu nanti mereka yang akan mempromosikan ke luar,” ujar Bupati Rendra, Senin, 8 Mei 2017.

Bupati Rendra menjelaskan wisata yang berada di Malang harus dirasakan terlebih dahulu oleh warga Malang agar dapat dibangga rasa kebanggan oleh warga Malang yang daerahnya memiliki objek wisata yang tak kalah menarikny dengan daerah lain. . Sehingga, saat tiba waktunya wisatawan asing masuk, masyarakat Kabupaten Malang sudah siap.

“Karena itu, upaya promosinya dengan memasang media promosi branding wisata Kabupaten Malang di aset pemerintah dulu. Nanti tiba saatnya kami akan gencar mempromosikan wisata kami ke dunia luar,” tutur Bupati Rendra.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara menambahkan, promosi wisata Kabupaten Malang juga dilakukan dengan mengikuti berbagai pameran. Sedangkan pameran wisata dilakukan di beberapa daerah, maupun event yang diadakan Kementerian Pariwisata.

“Dalam melakukan pameran, kami selalu menggandeng pelaku usaha wisata. Seperti pemilik wisata, travel, hotel, resto dan masyarakat pengelola wisata,” ujar Arya.

Tak hanya itu, Disparbud Kabupaten Malang juga akan memperkenalkan wisata di Malang melalui website  agent travel, situs dan media sosial. “Kalau promosi melalui medsos memang perlu dilakukan. Apalagi banyak wisatawan maupun pengunjung yang share potensi wisata Kabupaten Malang melalui medsos,” pungkas Arya.

Menpar Arief Yahya sebelumnya mengajak pemerintah daerah dan para pelaku usaha bidang turisme untuk serius menggarap branding. Menurutnya, branding merupakan hal penting dalam mengenalkan destinasi wisata ataupun industri penunjangnya.

“Branding merupakan bentuk janji kepada konsumen atau wisatawan. Apabila branding itu direalisasikan, maka menjadi sebuah reputasi bagi daerah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Arief lantas mencontohkan branding untuk mendongkrak Ubud. Sebuah kecamatan di Kabupaten Gianyar, Bali itu menggunakan branding Ubud: The Heart of Bali. Branding itu ternyata mengena karena Ubud memiliki produk, peoses dan filosofi produk yang mengutamakan alam dan budaya. “Sudah tertanam dalam benak konsumen atau wisatawan bahwa Ubud menjadi The Heart of Bali,” tutur pria asal Banyuwangi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *