DestinationEconomicHeadline NewsTourismTravel

PT Angkasa Pura I Siap Bantu Kemenpar Penuhi Target 15 Juta Wisman

Target 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) di tahun ini yang dicanangkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  mendapat respon positif  dari sejumlah instalasi yang terkait dengan pariwisata. Bahkan semua instalasi terkait memberikan bantuan agar target tersebut dapat tercapai, salah satunya bantuan itu datang dari PT Angkasa Pura I. Sebagai perusahaan yang membawahi sejumlah bandara  internasional di Indonesia, Angkasa Pura I siap mendukung target kedatangan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia tahun ini.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang S Baskoro mengatakan dukungan ini merupakan komitmen  dari Angkasa Pura I dalam mengembangkan pariwisata nasional hingga terdengar ke mancanegara.

“Caranya adalah Collaborative Destiantion Development (CDD) yang menghimpun berbagai pemangku kepentingan pariwisata juga komunitas daerah,” katanya di Badung, Selasa, 9 Mei 2017.

Danang optimis CDD ini dapat meningkatkan  potensi bisnis pariwisata dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah di tempat perusahaan plat merah tersebut berada. CCD ini diselenggarakan di sembilan bandara di bawah Angkasa Pura I, yaitu Manado, Solo, Kupang, Ambon, Semarang, Banjarmasin, Yogyakarta, dan Makassar.

Ada juga kegiatan Airport Running Series Solo, Airport Running Series Koepang, Airport Running Manado, Airport Running Lombok, Jazz Gunung Bromo, pada 19-20 Agustus 2016, dan Summer Jazz Ijen Banyuwangi pada 30 Juli, 10 September, 22 Oktober 2016.

Selain itu, Angkasa Pura I juga mengakomodir Kementerian Pariwisata melalui pengembangan  bandara terintegrasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Perusahaan misalnya mempertimbangkan pembuatan rapid eit taxiway di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk jangka pendek, serta pembuatan second runway untuk jangka panjang.

Maskapai yang belum memiliki jalur penerbangannya ke bandara-bandara dibawah naungan Angkasa Pura I akan dirangsang agar ada rute baru yang tujuannya  mendarat  atau lepas landas dari bandara-bandara yang satu bendera dengan Angkasa Pura I.  Rangsangan itu berupa  pemberian  insentif keringanan biaya pendaratan (landing fee) hingga 100 persen selama enam bulan untuk penerbangan rute baru Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Pattimura Ambon, dan Bandara El Tari Kupang.

Insentif ini berlaku enam bulan sejak Oktober 2016. Landing fee 50 persen selama enam bulan juga diberikan kepada maskapai yang membuka rute baru untuk Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Jogjakarta, Manado, Lombok, Solo dan Banjarmasin.

“Konektivitas udara akan meningkatkan sinergi Kementerian Pariwisata sebagai regulator dan Angkasa Pura I sebagai operator bandara,” kata Danang.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button