India Bakal Berinvestasi di Sektor Farmasi Indonesia
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 25 Mei 2018 melahirkan berbagai kerjasama, salah satunya dibidang farmasi. Dibidang farmasi ini kedua negara sepakat untuk bekerjasama mengenai regulasi produk obat, bahan baku obat, produk biologi dan kosmetik.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Penny K Lukito mengapresiasi kesepakatan yang dicapai dua pimpinan negara tersebut. Menurut Penny investasi dari India sangat dibutuhkan untuk sektor farmasi Indonesia, karena peran India dapat membantu produksi obat-obat dalam negeri
“Tapi keinginannya memang lebih ke investasi khususnya, bagi obat-obat industri di dalam negeri yang belum siap diproduksi,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 30 Mei 2018.
Penny mengakui industri farmasi di India terbilang maju dari sisi teknologi. Dengan kerjasama ini, maka setidaknya India dapat mentransfer teknologi farmasi kepada Indonesia. Teknologi dari India dapat digunakan untuk memproduksi obat-obat yang selama ini belum bisa diproduksi.
Adapun jenis obat yang masih belum bisa diproduksi dalam negeri yakni seperti jenis obat life saving yang merupakan obat untuk penyakit-penyakit berat serta obat biotech. Tak hanya itu, India juga dinilai cukup maju untuk obat-obat tradisional dan herbal karena sudah ekspor ke AS.
Sementara Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa. “Untuk itu pemerintah dalam hal ini BPOM juga perlu intensif lagi,” tambah Penny.
Adapun untuk langkah awal investasi, BPOM akan memberikan izin ekspor terlebih dahulu. “Kan ada peraturan kalau sudah ekspor dua tahun maka ada kesepakatan untuk bangun pabrik disini,” katanya.
Penny juga mengatakan kerja sama ini sudah mulai dikembangkan dan sudah ada beberapa perusahaan India yang sudah mulai bangun pabrik di Indonesia. Namun sayangnya, ia enggan membeberkan lebih lanjut terkait hal itu. “Saya tidak hafal, cek langsung ke BPOM saja,” tutup dia.