Industri Hasil Tembakau Dongkrak Perekonomian Nasional

0
industri tembakau

Industri hasil tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor strategis domestik yang memiliki daya saing tinggi. Bahkan IHT terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

“Kontribusi industri hasil tembakau cukup tinggi setelah industri makanan dan minuman. Di Jawa Timur, industri ini menjadi unggulan. Fasilitas KUD di sini juga luar biasa serta telah melakukan bentuk kemitraan perusahaan dengan koperasi,” kata dia.

Perekonomian nasional yang dapat didongkrak oleh IHT ini meliputi penyerapan tenaga kerja, pendapatan negara melalui cukai serta menjadi komoditas penting bagi petani dari hasil perkebunan berupa tembakau dan cengkeh.
Dari data kementerian perindustrian tercatat, pendapatan negara dari IHT yang berasal dari cukai dan pajak setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kontribusi IHT pada 2016 memberikan pembayaran cukai sebesar Rp138,69 triliun atau 96,65 persen dari total cukai nasional.

Sedangkan serapan tenaga kerja di sektor manufaktur dan distribusi mencapai 4,28 juta orang serta di sektor perkebunan sebanyak 1,7 juta orang.

Namun nyatanya penurunan unit usaha industri rokok tidak disertai dengan penurunan produksi. Pada 2014, jumlah industrinya mencapai 700 perusahaan dengan kemampuan produksi sebanyak 346,3 miliar batang.

Sedangkan dengan jumlah 600 perusahaan di 2015, produksi rokok naik menjadi 348,1 miliar batang dan tahun 2016 sebesar 350,03 miliar batang.

“Tetapi terjadi penurunan sebesar 3,5 persen dalam lima tahun terakhir atas jumlah pekerja sektor manufaktur rokok dan pada perkebunan tembakau turun sebesar 4,7 persen,” ungka Airlangga.

Airlangga menilai gaya hidup dapat perokok yang memperhatikan kesehatannya dapat mempengaruhi pangsa pasar IHT. Akhirnya konsumsi rokok jenis sigaret kretek tangan (SKT) yang produksinya menyerap tenaga kerja banyak, semakin berkurang. Konsumen lebih memilih sigaret kretek mesin (SKM) baik yang reguler maupun ringan (mild).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *