Investor Khawatir Kondisi Ekonomi Global Dibandingkan Kondisi Politik Indonesia

0
2019_01_30-13_51_17_c0ea7152e08328c96e7bffcf16cd473c_960x640_thumb (1)

Pesta demokrasi di Indonesia yang dihelat April 2019 ternyata bukan menjadi ancaman bagi para investor. Berdasarkan survei Katadata Investor Confidence Index (KICI), investor justru lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi global.

Perang dagamg Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok, serta normalisasi kebijakan moneter AS menjadi hal yang dikhawatirkan investor.

“Hingga tiga bulan mendatang risiko yang dikhawatirkan ternyata adalah risiko ekonomi global. Di depan kita masih ada isu perang dagang, perundingan masih sulit, sementara politik dan ekonomi dalam negeri masih dinilai tidak mengkhawatirkan,” kata Panel Ahli Katadata Insight Center (KICI) Damhuri Nasution dalam diskusi di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global yang tak menentu dipilih investor sebesar 40,1 persen. Sementara itu, kekhawatiran selanjutnya ada di risiko pasar modal faktor keamanan dalam negeri dengan presentase 20,3 persen, politik dalam negeri 25,6 persen dan geopolitik internasional 9,9 persen.

Sedangkan, kekhawatiran yang paling rendah mengarah ada perekonomian dalam negeri yang mempengaruhi pasar modal, yakni hanya 4,1 persen.

KICI juga mensurvei tentang kondisi politik Indonesia kepada investor. Hasilnya, banyak investor yang menyebut politik di Indonesia masih kondusif meskipun ada peningkatan tensi politik. Investor yang memilih kondisi politik Indonesia kondusif mencapai 66,3 persen.

Begitupun untuk tiga bulan ke depan, meski menurun, namun 54 persen responden menyatakan bahwa kondisi politik domestik masih stabil dan sangat stabil.

Di sisi lain, investor masih optimistis melihat kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia di tahun politik ini hingga tiga bulan ke depan. Hal ini terbukti dari hasil survei triwulan I-2019 yang menunjukkan indeks KICI berada pada level 139,1.

Angka ini menandakan bahwa sebagian besar investor institusi optimistis melihat kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia pada saat ini dan 3 bulan ke depan.

Jika hasil indeks menunjukkan angka 0-99, persepsi investor sedang pesimistis, sedangkan jika di atas 101-200, persepsi investor terhadap ekonomi dan pasar keuangan sedang optimistis.

Angka indeks 100 dikategorikan netral. Investor yang dimaksud adalah manajer investasi, asuransi dan dana pensiun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *