Jadi Sektor Andalan, Kota Sawahlunto Gencar Promosikan Pariwisata
Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat gencar mempromosikan sektor pariwisata di berbagai kesempatan. Sektor yang satu ini, kini menjadi sektor andalan kota tambang itu.
Pada pekan ketiga bulan April 2019, pariwisata Sawahlunto tampil di perhelatan EL JOHN Kartini Week 2019 yang dilangsungkan selama empat hari (18-21 April 2019) di Mosaic Walk, Kota Kasablanka, Jakarta.
Di event yang digelar Yayasan EL JOHN Indonesia ini, Pemkot Sawahlunto yang diwakili Dinas Pariwisata, Olahraga dan Pemuda (Disparpora) serta Dinas Penanaman Modal menawarkan berbagai destinasi wisata unggulannya, seperti wisata tambang .
Seperti diketahui, Sawahlunto merupakan kota yang terkenal dengan pertambangan batu bara di kawasan Batang Ombilin . Pertambangannya sudah dimulai sejak zaman kolonial Belanda, sekitar tahun 1891. Kini operasional pertambangan dikelola PT Bukit Asam dan pertambangannya masih ada yang berjalan maupun yang dihentikan. Untuk yang dihentikan, kini bertansformasi menjadi objek wisata.
Selain destinasi, juga dipromosikan berbagai event pariwisata yang masuk ke dalam Calendar of Event (CeO) Sawahlunto 2019.
“Kehadiran kita di event EL JOHN Kartini, paling tidak kita sudah memberikan awarness kepada pengunjung bahwa di Sumatera Barat itu ada Sawahlunto sebagai salah satu pilihan untuk berkunjung ke Sumatera Barat. Apalagi Sawahlunto, terkenal dengan wisata tambang yang tidak dimiliki daerah lain, terutama di Sumatera Barat. Belum lagi bangunan tua, yang masih asli dan kokoh yang dapat dijadikan daya tarik bagi wisatawan,” kata Kasi Pemasaran & Kerjasama Pariwisata Disparpora Riza Anggraini saat diwawancarai Tim El John News, di event EL JOHN Kartini Week 2019, beberapa waktu lalu.
Menurut Riza, promosi-promosi, seperti ikut dalam pameran terus dilakukan Kota Sawahlunto dengan memegang prinsip efektif dan efisiensi. Selain itu, promosi lainnya adalah promosi melalui media sosial dan mengudang media massa.
“Kencangnya promosi di media elektronik, kita tetap tidak melupakan yang konvensional. Konvensional seperti membuat brosur, kita tetap membuat atau menyusun kalender event. Tapi disitu kita terus menjalin kerja sama dengan para stakeholder yang tidak kita lupakan, seperti travel agent, dengan media baik secara formal maupun nonformal, termasuk ke BUMN,” ujar Riza.
Riza meyakini pariwisata Sawahlunto akan berkembang pesat, apalagi saat ini, masyarakat Sawahlunto sedang menunggu penetapan Sawahlunto menjadi Kota Warisan Dunia oleh UNESCO. Penetapan ini, menjadi modal bagi Sawahlunto untuk lebih mempermudah mempromosikan sektor pariwisata.
“Kalau kita sudah diakui sebagai Warisan Dunia itu kan berarti menjadi brand baru lagi membuat orang dan menambang nilai tambah kepada Sawahlunto sendiri bahwa UNESCO sendiri sudah mengakui loh Sawahlunto sebagai warisan dunia berarti ada nilai tambah untuk menarik orang datang ke sana,” ungkap Riza.