KAI Group Pastikan Layanan Transportasi Publik Optimal di Malam Tahun Baru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama seluruh entitas yang tergabung dalam KAI Group menyatakan kesiapan penuh dalam melayani mobilitas masyarakat menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Kesiapan tersebut difokuskan pada peningkatan aspek keselamatan, keandalan operasional, serta optimalisasi layanan transportasi publik melalui penambahan kapasitas, penyesuaian jumlah perjalanan, dan pengaturan khusus pada malam pergantian tahun.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa seluruh persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dirancang secara terintegrasi dengan menjadikan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama. Seluruh sarana dan prasarana, termasuk sumber daya manusia, telah melalui rangkaian pemeriksaan dan pengawasan berlapis guna memastikan layanan berjalan lancar.
“KAI Group memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh melalui pengujian sarana, pengecekan prasarana, serta kesiapan petugas agar mobilitas masyarakat di akhir tahun dapat berlangsung aman dan nyaman,” ujar Anne.
Sejalan dengan hal tersebut, KAI Group meningkatkan kapasitas angkut di hampir seluruh layanan kereta. Untuk Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI, disiapkan 3.506.104 tempat duduk atau meningkat sekitar 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. KAI Commuter menyediakan 40.599.672 tempat duduk, tumbuh 10 persen secara tahunan. Sementara itu, KAI Bandara menyiapkan 487.728 tempat duduk dan KAI Wisata mencatat lonjakan signifikan menjadi 20.736 tempat duduk atau naik 179 persen.
Pada layanan perkotaan, LRT Sumatera Selatan menyediakan 585.648 tempat duduk, sedangkan LRT Jabodebek menyiapkan 4.435.560 tempat duduk atau meningkat 7,7 persen. Secara keseluruhan, kapasitas angkut KAI Group—di luar layanan Whoosh dan KA Makassar–Parepare—mencapai 49.635.448 tempat duduk, atau tumbuh 8,9 persen dibandingkan Angkutan Nataru tahun sebelumnya.
Selain peningkatan kapasitas, KAI Group juga melakukan penyesuaian frekuensi perjalanan guna menjaga kelancaran arus penumpang. Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal mengoperasikan 7.982 perjalanan, meningkat 8,6 persen. KAI Commuter menjalankan 23.061 perjalanan, KAI Bandara 1.692 perjalanan, LRT Sumsel 1.764 perjalanan, serta LRT Jabodebek 5.994 perjalanan atau naik 7,1 persen. Secara total, frekuensi perjalanan KAI Group mencapai 40.493 perjalanan, bertambah 2,6 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya.
Khusus pada malam pergantian tahun, KAI Group menyiapkan pengaturan operasional tambahan untuk mendukung aktivitas masyarakat. LRT Jabodebek memperpanjang jam operasional pada 31 Desember 2025 hingga pukul 01.44 WIB dini hari 1 Januari 2026. Layanan ini disiapkan untuk mengakomodasi pergerakan penumpang setelah perayaan malam tahun baru, dengan dukungan puluhan rangkaian kereta dan 1.419 personel dari unsur operasional, keamanan, serta pelayanan.
Pada periode tertentu, LRT Jabodebek menerapkan tarif khusus akhir pekan, namun pada malam 31 Desember 2025 tarif yang berlaku tetap mengikuti ketentuan normal berdasarkan jarak dan waktu perjalanan.
Layanan Commuter Line Jabodetabek juga diperpanjang dengan pengoperasian 45 perjalanan tambahan pada malam tahun baru hingga dini hari 1 Januari 2026. Jam operasional layanan ini berlangsung hingga pukul 03.00 WIB, mencakup lintas Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tanjung Priok, dan Tangerang. Langkah ini diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi publik yang aman dan terjangkau sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Selama periode Angkutan Nataru 18–29 Desember 2025, KAI Group telah melayani sebanyak 17.952.187 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 2.746.689 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal, 13.548.329 pelanggan KAI Commuter, 908.641 pelanggan LRT Jabodebek, 191.368 pelanggan LRT Sumsel, 274.654 pelanggan KAI Bandara, 16.020 pelanggan KAI Wisata, 251.676 pelanggan KCIC, serta 14.810 pelanggan KA Makassar–Parepare.
Anne menegaskan bahwa KAI Group akan terus memantau dinamika pergerakan penumpang hingga puncak libur Tahun Baru 2026. Dengan penguatan keselamatan, kesiapan operasional, dan peningkatan kapasitas layanan, KAI Group berkomitmen menjadikan transportasi publik sebagai pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas, aktivitas sosial, dan perputaran ekonomi di awal tahun 2026.
