Kalah Terhormat, Timnas Futsal Indonesia Runner Up Piala Asia 2026

0
Untitled ok

Timnas Futsal Indonesia menerima medali runner up piala AFC Futsal 2026, 7 Februari 2026 (Foto: tangkapan layar Youtube MNC TV)

El John News, JakartaTimnas Futsal Indonesia harus puas finis sebagai runner up AFC Futsal 2026 usai kalah dramatis dari Iran pada partai puncak yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu malam (7/2/2026). Laga final berlangsung ketat dan menegangkan hingga harus ditentukan lewat adu penalti, di mana Iran keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4.

Meski gagal mengangkat trofi, capaian Indonesia menjadi pencapaian bersejarah. Untuk pertama kalinya, skuad Merah Putih mampu melangkah hingga final turnamen futsal tertinggi di Asia, setelah melalui perjalanan berat menghadapi negara-negara kuat yang selama ini menjadi langganan juara AFC Futsal.

Iran, yang datang dengan status raksasa futsal Asia dan koleksi 13 gelar juara, tampil agresif sejak awal laga. Team Melli membuka keunggulan pada menit keempat melalui Hosein Tayebi yang memaksimalkan umpan Mehdi Karimi.

Indonesia merespons cepat. Tiga menit berselang, Reza Gunawan menyamakan kedudukan usai memanfaatkan bola rebound dari tembakan Dewa Rizki yang gagal ditangkap kiper Iran, Bagher Mohammadi. Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Indonesia. Lemparan jauh Ahmad Habiebie berhasil diterima Israr Megantara, yang dengan kecerdikannya mampu melewati penjagaan lawan dan mencetak gol kedua Indonesia. Tak lama kemudian, Israr kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan datar Habiebie dan membawa Indonesia unggul 3-1 pada menit kesembilan.

Iran sempat mencetak gol melalui Saeid Ahmad pada menit ke-15, namun setelah peninjauan video, wasit memutuskan gol tersebut tidak sah karena bola telah keluar lapangan dalam proses serangan.

Tekanan Iran berlanjut. Pada menit ke-16, Wendy Brian Ick melakukan pelanggaran keenam yang berujung penalti titik kedua. Namun, peluang tersebut gagal dimanfaatkan setelah Habiebie tampil gemilang dengan menepis eksekusi Salar Aghapour.

Menjelang akhir babak pertama, Iran akhirnya memperkecil ketertinggalan lewat Mehdi Karimi yang memanfaatkan situasi tendangan bebas. Skor 3-2 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Iran tampil lebih agresif. Saeid Ahmad mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-23. Namun keunggulan Iran tak bertahan lama. Samuel Eko langsung membawa Indonesia kembali unggul setelah memanfaatkan kesalahan lawan dalam membangun serangan. Skor menjadi 4-3.

Iran terus menggempur pertahanan Indonesia. Pada empat menit terakhir waktu normal, Iran memainkan skema powerplay dengan Mahdi Karimi sebagai kiper terbang. Strategi tersebut berbuah hasil setelah Karimi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-37. Skor 4-4 memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Pada babak kedua extra time, Israr Megantara kembali menjadi pembeda. Ia mencetak gol melalui situasi sepak pojok yang membawa Indonesia unggul 5-4. Namun Iran kembali menunjukkan mental juara. Melalui skema powerplay, Aghapour mencetak gol jarak jauh dan membuat skor kembali imbang 5-5 hingga waktu tambahan berakhir.

Adu penalti pun menjadi penentu. Indonesia sempat unggul hingga 4-3, namun kegagalan Israr Megantara pada penalti keenam dimanfaatkan Iran. Hossein Sabzi sukses mengeksekusi penalti penentu dan memastikan kemenangan Iran sekaligus menambah koleksi gelar Asia mereka menjadi 14 trofi.

Meski harus puas di posisi kedua, penampilan Timnas Futsal Indonesia menuai pujian dan menjadi tonggak penting kebangkitan futsal nasional di level Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *