Kemenpar Dorong Kemandirian Daerah Untuk Promosikan Potensi Wisata

Pemerintah daerah diminta untuk menonjolkan kemandiriannya dalam mempromosikan potensi wisata di daerahnya. Apalagi daerah yang memiliki wisata kelas dunia, diminta untuk terus berbenah agar dapat meningkatkan ekonomi daerah maupun nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya di sela-sela acara Internationale Tourismus Borse (ITB) 2017 di Messe, Berlin, Jerman. Tahun ini ITB berlangsung pada tanggal 8-12 Maret 2017.
Seperti yang diberitakan koran Kompas, Kementerian Pariwisata telah mengajak sembilan pemerintah daerah yang memiliki destinasi untuk ikut dalam event tahunan ini. Sembilan pemda yang ikut tersebut diantaranya Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi dan Papua. Ketiga daerah itu memiliki potensi wisata dunia, karena dua pertiga koral dunia ada di sana.
“Setiap pemerintah daerah harus paham kalau selama ini tiga destinasi utama yang dikunjungi wisatwan mancanegara adalah Bali (40 persen), Jakarta (30 persen) dan Kepulauan Riau (20 peren). Masih ada sekitar 200 daerah wisata yang belum banyak dikunjungi wisatawan,” ujar Menpar.
Menurut Arief perekonomian nasional dapat ditopang dengan kemandirian daerah dalam mempromosikan serta membenahi potensi wisatanya utamanya wisata yang masuk kelas dunia.
Pada 2016, pendapatan devisa sektor pariwisata Indonesia tumbuh 15 persen dari 2015, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,02 persen.
Menpar mengakui, kendala utama pengembangan pariwisata di daerah, terutama di Indonesia Timur, adalah akses transportasi. Saat ini pemeritah daerah sedang membenahi pintu masuk di daerah-daerah tersebut melalui udara.
